Sofyan Djalil Enggan Tanggapi Komentar Rizal Ramli soal Proyek Kelistrikan

Kompas.com - 08/09/2015, 15:34 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil. Icha RastikaMenteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Sofyan Djalil enggan mengomentari pemikiran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebut proyek 35.000 megawatt (MW) tak realistis dikerjakan selama lima tahun ke depan.

(Baca: Rizal Ramli: Proyek Listrik 35.000 Megawatt Rugikan PLN)

“Masa saya yang mengomentari. Tanya sama Pak Rizal (alasannya apa),” kata Sofyan ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu tetap enggan dimintai pendapat pemerintah atas pernyataan Rizal. “Saya enggak usah komentar lagi dong,” kata Sofyan singkat.

Begitu pula ketika ditanyakan kemungkinan respon investor atas pernyataan Rizal. Bukan tidak mungkin investor menjadi ragu. Soal ini pun Sofyan enggan berpolemik. “Tanya sama Pak Rizal. Jangan tanya sama saya,” kata Sofyan.

Namun begitu, Sofyan tidak yakin apakah rencana 35.000 MW tersebut akan terus berjalan sesuai rencana semua, atau akan dirapatkan kembali. “Belum tahu,” kata dia.

Sebelumnya, Rizal Ramli menyebut target yang realistis untuk diselesaikan dalam lima tahun ke depan hanya sekitar 16.000 MW. Apabila dipaksakan 35.000 MW, kata Rizal, PLN justru mengalami kesulitan finansial lantaran adanya excess power sebesar 21.000 MW.

Kompas TV Polemik Listrik Negara



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X