Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/09/2015, 18:58 WIB
Yoga Sukmana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan akan mengambilalih prasarana Light Rail Transit (LRT) dari Adhi Karya setelah selesai dibangun.

Pengambilalihan itu dilakukan agar harga tiket LRT tak terlampau tinggi sehingga masyarakat pengguna angkutan tersebut tidak terlalu terbebani.

Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Hermanto, pengambilalihan prasarana LRT itu akan menggunakan skema beli. Artinya Kemenhub akan memberikan sejumlah uang kepada Adhi Karya untuk menyerahkan prasarana LRT tersebut.

"Nantinya dibayar Ditjen Perkeretaapian, bisa setelah selesai atau bertahap tapi setelah diaudit oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," ujar Hermanto dalam konferensi pers di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Dia menjelaskan, usulan awal pembangunan dan pengoperasian  LRT diserahkan kepada BUMN yaitu Adhi Karya. Namun, dengan beban pembangunan dan pengoperasian di tanggung Adhi Karya, diperkirakan harga tiket LRT sekitar Rp 37.500 per orang.

Pemerintah menilai harga tiket Rp 37.500 tersebut cukup mahal. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan akan mengambil alih prasarana LRT setelah selesai nanti. Sementara untuk penyediaan sarana LRT, pemerintah akan melakukan lelang untuk pihak swasta. Dengan begitu, pemerintah yakin harga tiket LRT akan turun menjadi Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per orang.

"Setelah selesai pembangunan akan lelang operator sarana termasuk perawatan sarana prasarana dan diharapkan dapat tuntas segera, selesai sebelum dilaksanakan Asian Games 2018, jadi awal 2018 selesai. Karena waktu mepet perlu per cepatan," kata Hermanto. Seperti diketahui, Adhi Karya ditunjuk menggarap proyek pembangunan prasarana LRT yaitu lintasan dan stasiun.

Rencananya, BUMN konstruksi itu akan membangun prasarana LRT sepanjang 80 kilometer yang melingkupi Bogor, Jakarta, Bekasi dengan dana investasi mencapai Rp 23,8 triliun. Selain Adhi Karya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan ikut membangun proyek tersebut tetapi terpisah dengan proyek yang dikerjakan Adhi Karya.

Proyek LRT oleh Pemprov DKI direncanakan meliputi tujuh koridor LRT, yakni Kebayoran Lama-Kelapa Gading (21,6 km), Tanah Abang-Pulo Mas (17,6 km), Joglo-Tanah Abang (11 km), Puri Kembangan-Tanah Abang (9,3 km), Pesing-Kelapa Gading (20,7 km), Pesing-Bandara Soekarno-Hatta (18,5 Km), dan Cempaka Putih-Ancol (10 km).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com