Menurut Jonan, Harga Avtur Pertamina Buat Maskapai Indonesia Tak Bisa Bersaing

Kompas.com - 12/09/2015, 22:05 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menunjukkan tiket saat meninjau Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, usai peresmian, Senin (6/7/2015). Stasiun ini baru saja rampung direvitalisasi yang menghabiskan sekitar Rp 36 miliar dana APBN. TRIBUNNEWS / HERUDINMenteri Perhubungan Ignasius Jonan menunjukkan tiket saat meninjau Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, usai peresmian, Senin (6/7/2015). Stasiun ini baru saja rampung direvitalisasi yang menghabiskan sekitar Rp 36 miliar dana APBN.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyebut, mahalnya harga avtur Pertamina membuat maskapai nasional tak bisa bersaing dengan maskapai internasional. Pasalnya, harga avtur dari Pertamina yang merupakan satu-satunya pemasok avtur di Indonesia lebih mahal sekitar 20 persen dibandingkan harga avtur di pasaran internasional.

"Menurut saya, iya (harga avtur Pertamina membuat maskapai nasional tidak bisa bersaing). Salah satunya, ya salah satu yang utama," ujar Jonan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (12/9/2015).

Meski tak menjadi faktor satu-satunya, mahalnya harga avtur dari Pertamina tetap memberikan beban bagi biaya operasional pesawat. Saat ini, ucap mantan bos KAI itu, 50 persen biaya operasional pesawat disumbang oleh avtur.

Akibat biaya operasional tinggi, mau tidak mau maskapai menaikan harga tiket untuk menutup biaya operasional tersebut. (baca: Jonan Minta Harga Avtur dan Gas Diturunkan)

Oleh karena itu, Jonan meminta agar Pertamina menurunkan harga avturnya paling tidak setara dengan harga avtur internasional. Jika Pertamina tak bisa menurunkan harga avtur, Jonan akan membuka kesempatan masuknya pihak swasta untuk memasok avtur dengan harga standar internasional.

Sementara itu, pada tahun lalu Vice President Aviation Pertamina Wisnuntoro menjelaskan mengapa harga avtur di Indonesia dan Singapura bisa berbeda. 

"Jadi kalau Singapura kan cuma Changi ya, negaranya kecil. Kita kan di 62 titik di ribuan pulau, bawa minyak dari Cilacap katakanlah ke Makassar itu tankernya, pipanya beda dengan Changi. Ini akan menimbulkan struktur biaya yang tidak sama," ujar Wisnuntoro di Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Selain permasalahan biaya distribusi, perbedaan harga avtur juga dipengaruhi kapasitas tangki pesawat. Menurut Wisnutoro, jenis pesawat besar yang banyak di Changi bisa membuat harga avtur lebih murah kalau membeli dengan jumlah yang besar.

"Changi itukan pesawat besar-besar yang bisa 100 ton, kalau beli akan lebih murah. Kalau kita kan masih kecil-kecil ada 2.000 liter, ada juga yang 500 liter, tentu harganya juga lain," kata dia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X