Luncurkan Alat Berat, Pindad Banjir Pesanan

Kompas.com - 14/09/2015, 09:58 WIB
Ekskavator buatan anak negeri, PT Pindad (Persero), Excava 200, akan diluncurkan pada 17 Agustus 2015, Bandung, Sabtu (27/6/2015). Ekskavator yang dibanderol kisaran 90.000-110.000 dollar AS ini diharapkan bisa menjadi produk substitusi impor. ESTU SURYOWATI/Kompas.comEkskavator buatan anak negeri, PT Pindad (Persero), Excava 200, akan diluncurkan pada 17 Agustus 2015, Bandung, Sabtu (27/6/2015). Ekskavator yang dibanderol kisaran 90.000-110.000 dollar AS ini diharapkan bisa menjadi produk substitusi impor.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan usaha milik negara (BUMN) PT Pindad (Persero) akhirnya meluncurkan produk alat berat ekskavator untuk keperluan nonmiliter alias sipil, Kamis (10/9/2015). Alat berat ini akan diproduksi secara massal mulai Januari 2016, sebanyak 50 unit per bulan.

Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim menyatakan, begitu produk bernama Excava 200 tersebut diluncurkan, perusahaan telah memperoleh pemesanan dari pemerintah. Pemesannya antara lain Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebanyak 500 unit.

"Ditambah dari Kementerian BUMN, yang memesan 100 unit," kata Silmy saat dihubungi Kontan, Jumat (11/9/2015).

Adapun harga jual satu Pindad Excava 200 mencapai Rp 1,3 miliar. Dengan demikian, nilai order pembelian ekskavator milik Pindad pada tahun 2016 mencapai Rp 800 miliar. "Seharusnya bisa lebih jika kami mau. Ada yang mengajukan pemesanan kepada kami 1.000 unit. Namun, kami ingin melakukan semuanya secara bertahap," ujar Silmy.

Ekskavator buatan Pindad ini jelas punya pesaing kelas berat di pasar. Sebut saja, Caterpillar, Volvo, atau Komatsu, yang memiliki popularitas serta didukung perusahaan finansial atau tambang di Tanah Air. 

Sampai sisa akhir tahun ini, Pindad akan menata sistem penjualan ataupun layanan purna-jual secara matang. "Jangan sampai setelah kami produksi dan jual banyak, ketika ada kerusakan atau persoalan, layanan purna-jualnya malah tak siap," kata Silmy.

Menurut rencana, produksi massal Pindad Excava 200 akan dimulai pada Januari 2016. Rata-rata kapasitas produksinya mencapai 50 unit per bulan atau 600 unit per tahun.

Pindad selama ini dikenal sebagai BUMN yang memproduksi senjata militer atau alat utama sistem persenjataan. Produksi Pindad cukup beragam, mulai dari senapan, panser, hingga bahan peledak. (Adhitya Himawan)



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X