Pasang Iklan Besar-besaran di Media, Pelindo II Kena Sindir Rizal Ramli

Kompas.com - 14/09/2015, 14:23 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyindir Pelindo II yang langsung memasang iklan besar-besaran di media, usai pembongkaran beton di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut Rizal, Pelindo II jangan mengaburkan masalah di Pelabuhan Tanjung Priok dengan memasang iklan pembangunan New Priok.

"Saya kaget hari ini ada yang pasang iklan di Kompas 2 halaman bolak balik, Rp 3 miliar itu. Di Bisnis Indonesia dan lain lain juga. Jangan lah ngadu pasang iklan, itu namanya ngadu duit. Kita fokus dalam solusi masalah. Memang betul akan ada port baru, tapi sementara kita benahi supaya lebih efisien," ujar Rizal Ramli usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Senin (14/9/2015).

Secara khusus, mantan menteri koordinator Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu pun meminta para menteri yang ada di bawah koordinasinya tak ikut-ikutan langkah BUMN pelabuhan itu. Bagi, Rizal, silahkan para pejabat negara perang ide, asal jangan perang iklan di media.

"Para menteri jangan perang ide diikuti perang iklan. Media sih senang itu, tapi menurut saya sih enggak mendidik masyakarat kita untuk membahas ini secara transparan," kata Rizal.

Sebelumya, Rizal Ramli benar-benar "mengepret" Pelindo II saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/9/2015). Pelindo II membeton rel kereta api sehingga pelabuhan tak bisa dimasuki kereta. (baca: "Kepret" Pelindo II, Rizal Ramli Hancurkan Beton di Tanjung Priok)

Karena itu, mantan Menteri Koordinator Perekonomian pada era Presiden Abdurrahman Wahid itu membongkar beton-beton yang menutupi rel yang dibangun ketika masa penjajahan Belanda dulu. Mesin penghancur berupa bor pun dia gunakan sendiri untuk menghancurkan beton tersebut.

Beberapa waktu lalu, Rizal mengatakan bahwa salah satu penyebab lamanya peti kemas keluar dari pelabuhan adalah kondisi bahwa dua badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Pelindo II dan PT KAI, selalu berselisih. Pelindo II, kata dia, menolak adanya jalur kereta api masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok, yang membuat kontainer tak bisa segera cepat keluar.

Rizal juga sempat mengatakan akan menindak tegas Pelindo II apabila terus menolak adanya jalur kereta yang direncanakan KAI itu. Menurut Rizal, apabila jalur kereta api barang bisa masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok, sepertiga kemacetan arus keluar barang akan berkurang.

baca juga: Aksi Rizal Ramli Bikin Pengusaha Cemas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Ingin Seperti Inggris, Sri Mulyani akan Disiplinkan Keuangan Negara Tahun Depan

Tidak Ingin Seperti Inggris, Sri Mulyani akan Disiplinkan Keuangan Negara Tahun Depan

Whats New
P2P Lending KawanCicil Salurkan Kredit Rp 1 Triliun per November 2022

P2P Lending KawanCicil Salurkan Kredit Rp 1 Triliun per November 2022

Whats New
OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Pasar Umum

OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Pasar Umum

Whats New
Kecuali Jokowi, Semua Kepala Negara Pusing

Kecuali Jokowi, Semua Kepala Negara Pusing

Whats New
4 Langkah Awal Berinvestasi

4 Langkah Awal Berinvestasi

Earn Smart
Erick Thohir Instruksikan BUMN Pangan untuk Jaga Stok dan Harga Bahan Pokok Jelang Nataru

Erick Thohir Instruksikan BUMN Pangan untuk Jaga Stok dan Harga Bahan Pokok Jelang Nataru

Whats New
Inflasi November Melambat, Pemerintah Sebut Berkat Pengendalian Harga Pangan

Inflasi November Melambat, Pemerintah Sebut Berkat Pengendalian Harga Pangan

Whats New
Kata Sri Mulyani, Inggris Dilanda Krisis Akibat Kesalahan Sendiri

Kata Sri Mulyani, Inggris Dilanda Krisis Akibat Kesalahan Sendiri

Whats New
IHSG Sesi I Ditutup Melemah, GOTO, ARTO, dan UNTR Jadi 'Top Losers' Indeks LQ45

IHSG Sesi I Ditutup Melemah, GOTO, ARTO, dan UNTR Jadi "Top Losers" Indeks LQ45

Whats New
Kementerian PUPR Distribusikan Prasarana dan Sarana Air Bersih dan Sanitasi untuk Pengungsi Gempa Cianjur

Kementerian PUPR Distribusikan Prasarana dan Sarana Air Bersih dan Sanitasi untuk Pengungsi Gempa Cianjur

Rilis
Pelemahan Rupiah Pengaruhi Kenaikan Harga Tahu dan Tempe

Pelemahan Rupiah Pengaruhi Kenaikan Harga Tahu dan Tempe

Whats New
Kerja Sama PIS dan NYK Jepang Perluas Pengangkutan LNG ke Pasar Internasional

Kerja Sama PIS dan NYK Jepang Perluas Pengangkutan LNG ke Pasar Internasional

Whats New
Cegah 'Fraud' pada 'Equity Crowdfunding', Ini yang Dilakukan LandX

Cegah "Fraud" pada "Equity Crowdfunding", Ini yang Dilakukan LandX

Whats New
Perbankan ASEAN Soroti Pentingnya Integrasi Sistem Pembayaran

Perbankan ASEAN Soroti Pentingnya Integrasi Sistem Pembayaran

Whats New
Cerita Sri Mulyani Kerap Dapat Tagihan Besar dari Bos Pertamina dan PLN

Cerita Sri Mulyani Kerap Dapat Tagihan Besar dari Bos Pertamina dan PLN

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.