Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ojek Modern, dari Go-Jek hingga Ojek Syariah

Kompas.com - 16/09/2015, 09:40 WIB

KOMPAS.com - Bisa jadi dalam beberapa tahun ke depan jalan raya di kota-kota besar akan diwarnai berbagai warna jaket ojek modern yang lalu lalang. Sebab kini makin bermunculan jasa ojek modern mengekor Go-Jek dan Grabbike. Sebut saja Ojek Syar'i dan Jeger Taksi di Jakarta. Bahkan di Solo mulai muncul ojek modern bernama Get Jek. Jasa ojek ini menawarkan jasa serupa.  

Tren ojek modern kini sedang merebak di tengah masyarakat perkotaan. Setelah kemunculan Go-Jek dan Grab Bike, muncul sejumlah tawaran ojek serupa, di antaranya Ojek Syar'i yang menyasar kalangan wanita dan muslimah serta Jeger Taksi yang armada sepeda motornya dilengkapi argo serupa taksi. Bahkan di Solo mulai muncul jasa serupa bernama Get Jek besutan Reza Rajasa. Get Jek saat ini sedang aktif menjaring pengojek serta staf lewat info lowongan pekerjaan di internet.

Riza Zamir, founder Ojek Syar'i mengatakan, ide membuat bisnis ini muncul dari cerita rekannya seorang wanita yang mengeluhkan ingin adanya ojek khusus wanita, sehingga bisa menjaga kenyamanan selama berkendara karena dibonceng oleh sesama wanita.

Dari situlah, Ojek Syar'i muncul untuk menjawab itu, Hingga saat ini Ojek Syar'i baru bisa diakses melalui Facebook dan pemesanan melalui aplikasi Whatsapp. Rencananya akhir September ini Ojek Syar'i akan meluncurkan aplikasi di playstore yang dapat diunduh pengguna ponsel pintar berbasis Android.

Ojek Syar'i saat ini baru memiliki 260 armada yang pengemudinya semuanya adalah perempuan. Cakupan daerah baru melayani di delapan kota yaitu Surabaya, Malang, Sidoarjo, Jogja, Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang Selatan. Jasa ojek dikenakan tarif awal Rp 5.000 dan Rp 3.000 untuk tiap kilometer selanjutnya. Riza mengaku saat ini Ojek Syar'i sudah bisa melayani 100 pelanggan dalam sehari dengan jarak antar rata-rata 10 km. "Kami selalu menjaga keamanan pelangganya dengan menggunakan helm ber SNI," kata Riza

Adapun Jeger Taksi yang berkantor di Srengseng, Jakarta Barat memiliki armada sepeda motor sendiri yang rencananya akan melakukan peluncuran resmi di Oktober 2015. Bisnis ojek modern besutan Ficky Widjaja ini sekaligus akan meluncurkan aplikasi di playstore, situs serta pesanan melalui Whatsapp dan Line.

Pada proses softlaunching saat ini, Jeger Taksi baru memiliki 150 pengojek. Targetnya pada saat peluncuran nanti dia suda memiliki 500 armada sepeda motor yang sudah beroperasi.

Ide bisnis Jeger Taksi ini datang dari keinginan Ficky membuat transportasi sepeda motor yang praktis dengan menyasar kalangan karyawan. "Karena Jeger Taksi memakai sistem struk dan bisa reimburse ke kantor," kata Ficky.

Untuk syarat menjadi pengojek Jeger Taksi, hanya perlu data diri dan SIM saja. Untuk sepeda motor, jaket, helm urusan induk usaha. Saat ini Jeger Taksi baru melayani area Jabodetabek dengan tarif di 1 km awal seharga Rp 4.500. Tarif selanjutnnya Rp. 2.800 per km.

Yang membedakan Jeger Taksi dari ojek modern lain adalah armadanya bisa di berhentikan di pinggir jalan, karena ada sensor seperti lampu taksi yang menandakan ojek tersebut sudah di pesan lewat aplikasi ataupun belum.  (Izzatul Mazidah)     
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ekonom: Iuran Tapera Tak Bisa Disamakan Dengan BPJS

Ekonom: Iuran Tapera Tak Bisa Disamakan Dengan BPJS

Whats New
Pertamina-Medco Tambah Aliran Gas ke Kilang LNG Mini Pertama di RI

Pertamina-Medco Tambah Aliran Gas ke Kilang LNG Mini Pertama di RI

Whats New
Strategi Industri Asuransi Tetap Bertahan saat Jumlah Klaim Kian Meningkat

Strategi Industri Asuransi Tetap Bertahan saat Jumlah Klaim Kian Meningkat

Whats New
Baru Sebulan Diangkat, Komisaris Independen Bank Raya Mundur

Baru Sebulan Diangkat, Komisaris Independen Bank Raya Mundur

Whats New
Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Makin Efektif dan Efisien Berkat Inovasi Teknologi

Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Makin Efektif dan Efisien Berkat Inovasi Teknologi

Whats New
CEO Singapore Airlines Ucapkan Terima Kasih ke Staf Usai Insiden Turbulensi

CEO Singapore Airlines Ucapkan Terima Kasih ke Staf Usai Insiden Turbulensi

Whats New
BTN-Kadin Garap Pembiayaan 31 Kawasan Industri di Jabar

BTN-Kadin Garap Pembiayaan 31 Kawasan Industri di Jabar

Whats New
Pembiayaan Baru BNI Finance Rp 1,49 Triliun pada Kuartal I 2024, Naik 433 Persen

Pembiayaan Baru BNI Finance Rp 1,49 Triliun pada Kuartal I 2024, Naik 433 Persen

Whats New
Asosiasi Pekerja Tolak Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera

Asosiasi Pekerja Tolak Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera

Whats New
TRON Hadirkan Kendaraan Listrik Roda Tiga untuk Kebutuhan Bisnis dan Logistik

TRON Hadirkan Kendaraan Listrik Roda Tiga untuk Kebutuhan Bisnis dan Logistik

Whats New
Asosiasi: Permendag 8/2024 Bikin RI Kebanjiran Produk Garmen dan Tekstil Jadi

Asosiasi: Permendag 8/2024 Bikin RI Kebanjiran Produk Garmen dan Tekstil Jadi

Whats New
Dewan Periklanan Indonesia: RPP Kesehatan Bisa Picu PHK di Industri Kreatif dan Media

Dewan Periklanan Indonesia: RPP Kesehatan Bisa Picu PHK di Industri Kreatif dan Media

Whats New
Pekerja Wajib Ikut Iuran Tapera, Ekonom: Lebih Baik Opsional

Pekerja Wajib Ikut Iuran Tapera, Ekonom: Lebih Baik Opsional

Whats New
Buka Peluang Kerja Sama Bilateral, Delegasi Indonesia Sampaikan Potensi Tanah Air di Moscow-Indonesia Business Mission

Buka Peluang Kerja Sama Bilateral, Delegasi Indonesia Sampaikan Potensi Tanah Air di Moscow-Indonesia Business Mission

Rilis
Astra International Gandeng Semen Indonesia Maksimalkan TKDN Sparepart UKM

Astra International Gandeng Semen Indonesia Maksimalkan TKDN Sparepart UKM

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com