Ojek Modern, dari Go-Jek hingga Ojek Syariah

Kompas.com - 16/09/2015, 09:40 WIB
Suasana pangkalan gojek di kawasan Blok C Tanah Abang, Jumat (19/6/2015) siang. KOMPAS.com/Aldo FenalosaSuasana pangkalan gojek di kawasan Blok C Tanah Abang, Jumat (19/6/2015) siang.
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com - Bisa jadi dalam beberapa tahun ke depan jalan raya di kota-kota besar akan diwarnai berbagai warna jaket ojek modern yang lalu lalang. Sebab kini makin bermunculan jasa ojek modern mengekor Go-Jek dan Grabbike. Sebut saja Ojek Syar'i dan Jeger Taksi di Jakarta. Bahkan di Solo mulai muncul ojek modern bernama Get Jek. Jasa ojek ini menawarkan jasa serupa.  

Tren ojek modern kini sedang merebak di tengah masyarakat perkotaan. Setelah kemunculan Go-Jek dan Grab Bike, muncul sejumlah tawaran ojek serupa, di antaranya Ojek Syar'i yang menyasar kalangan wanita dan muslimah serta Jeger Taksi yang armada sepeda motornya dilengkapi argo serupa taksi. Bahkan di Solo mulai muncul jasa serupa bernama Get Jek besutan Reza Rajasa. Get Jek saat ini sedang aktif menjaring pengojek serta staf lewat info lowongan pekerjaan di internet.

Riza Zamir, founder Ojek Syar'i mengatakan, ide membuat bisnis ini muncul dari cerita rekannya seorang wanita yang mengeluhkan ingin adanya ojek khusus wanita, sehingga bisa menjaga kenyamanan selama berkendara karena dibonceng oleh sesama wanita.

Dari situlah, Ojek Syar'i muncul untuk menjawab itu, Hingga saat ini Ojek Syar'i baru bisa diakses melalui Facebook dan pemesanan melalui aplikasi Whatsapp. Rencananya akhir September ini Ojek Syar'i akan meluncurkan aplikasi di playstore yang dapat diunduh pengguna ponsel pintar berbasis Android.

Ojek Syar'i saat ini baru memiliki 260 armada yang pengemudinya semuanya adalah perempuan. Cakupan daerah baru melayani di delapan kota yaitu Surabaya, Malang, Sidoarjo, Jogja, Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang Selatan. Jasa ojek dikenakan tarif awal Rp 5.000 dan Rp 3.000 untuk tiap kilometer selanjutnya. Riza mengaku saat ini Ojek Syar'i sudah bisa melayani 100 pelanggan dalam sehari dengan jarak antar rata-rata 10 km. "Kami selalu menjaga keamanan pelangganya dengan menggunakan helm ber SNI," kata Riza

Adapun Jeger Taksi yang berkantor di Srengseng, Jakarta Barat memiliki armada sepeda motor sendiri yang rencananya akan melakukan peluncuran resmi di Oktober 2015. Bisnis ojek modern besutan Ficky Widjaja ini sekaligus akan meluncurkan aplikasi di playstore, situs serta pesanan melalui Whatsapp dan Line.

Pada proses softlaunching saat ini, Jeger Taksi baru memiliki 150 pengojek. Targetnya pada saat peluncuran nanti dia suda memiliki 500 armada sepeda motor yang sudah beroperasi.

Ide bisnis Jeger Taksi ini datang dari keinginan Ficky membuat transportasi sepeda motor yang praktis dengan menyasar kalangan karyawan. "Karena Jeger Taksi memakai sistem struk dan bisa reimburse ke kantor," kata Ficky.

Untuk syarat menjadi pengojek Jeger Taksi, hanya perlu data diri dan SIM saja. Untuk sepeda motor, jaket, helm urusan induk usaha. Saat ini Jeger Taksi baru melayani area Jabodetabek dengan tarif di 1 km awal seharga Rp 4.500. Tarif selanjutnnya Rp. 2.800 per km.

Yang membedakan Jeger Taksi dari ojek modern lain adalah armadanya bisa di berhentikan di pinggir jalan, karena ada sensor seperti lampu taksi yang menandakan ojek tersebut sudah di pesan lewat aplikasi ataupun belum.  (Izzatul Mazidah)     



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X