Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

The Fed Tidak Naikkan Bunga, Harga Minyak Dunia Turun

Kompas.com - 18/09/2015, 06:52 WIB
NEW YORK, KOMPAS.com -Harga minyak dunia turun pada Kamis (17/9/2015) waktu setempat (Jumat pagi WIB).  Para pedagang mempertimbangkan keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuan nol karena khawatir terhadap pertumbuhan global.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, melemah 25 sen ditutup pada 46,90 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman November, kehilangan 67 sen menjadi 49,08 dollar AS per barrel di perdagangan London.

The Fed, setelah pertemuan kebijakan dua hari, mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada nol-0,25 persen. Fed menyatakan optimistis dalam pemulihan AS, namun khawatir tentang kondisi-kondisi luar negeri.

"Perkembangan ekonomi dan keuangan global terbaru mungkin sedikit menahan kegiatan ekonomi dan cenderung memberikan tekanan turun lebih lanjut pada inflasi dalam waktu dekat," kata The Fed.

Matt Smith, analis di ClipperData, mengatakan, keputusan The Fed untuk menunda sebuah kenaikan suku bunga biasanya akan membuat bullish (tren kenaikan) kepada minyak mentah karena akan mendorong dollar AS lebih rendah terhadap mata uang lainnya. Melemahnya dollar mendorong permintaan minyak, karena minyak mentah yang diharga dalam mata uang AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Tetap, sebut Smith, hal tersebut tidak terjadi karena alasan the Fed untuk tidak menaikkan suku bunga, yakni khawatir terhadap perekonomian dunia.

"Mereka mengangkat kekhawatiran mereka atas perekonomian global, sehingga mereka secara jelas mengekspresikan kekhawatiran pada basis yang lebih luas daripada yang pasar benar-benar bayangkan, sehingga dari perspektif tersebut, itu menutup dampak dari tidak menaikkan suku bunga," jelasnya.

Selain itu, turunnya harga minyak juga karena adanya akhir ambil untung setelah harga minyak melonjak pada Rabu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com