Kompas.com - 26/09/2015, 17:47 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Dipulangkanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang overstayer dari luar negeri (WNI-O) dalam jumlah ribuan, termasuk TKI bermasalah (TKI-B), akan menambah persoalan ekonomi dan ketenagakerjaan di dalam negeri. Setelah sekian waktu mereka berada di tanah airnya sendiri misalnya, mereka mulai kesulitan memperoleh pekerjaan dan berujung pada sulitnya mendapatkan penghidupan.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Nusron Wahid menginstruksikan kepada jajarannya, Deputi Perlindungan, khususnya Direktur Pemberdayaan untuk memberikan upaya pemberdayaan kepada WNI-O dan TKI-B serta keluarganya tersebut, melalui pelatihan pemberdayaan terintegrasi.

"Pemberdayaan terintegrasi adalah upaya memberikan pelatihan kepada para WNI-O dan TKI-B, termasuk keluarganya, supaya memiliki keterampilan untuk dapat berusaha secara mandiri. Ini agar mereka yang dilatih itu benar-benar mampu mandiri," kata Nusron Wahid, Sabtu (26/9/2015).

Pelatihan pemberdayaan tersebut akan diselenggarakan mulai Senin 28 September selama enam hari dan dilaksanakan secara serentak di puluhan kabupaten/kota di beberapa provinsi yang selama ini menjadi daerah basis TKI.

Nusron menjelaskan, dalam proses pelatihanya melibatkan atau mengitegrasikan bergai potensi lokal, seperti pengusaha lokal, LSM, Dinas (SKPD) setempat dan pihak perbankan.
Dengan begitu para peserta latih ini akan menemukan potensinya untuk mandiri karena terintegrasi dengan potensi ekonomi setempat.

"Ini secara serentak akan dilakukan di beberapa kabupaten yang memang banyak terdapat WNI-O dan TKI-B nya, seperti di Provinsi Jawa Barat meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Cirebon, beberapa Kabupaten di Provinsi Sumetera Utara dan beberapa Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat," ujarnya.

Direktur Pemberdayaan BNP2TKI Arini Rahyuwati menambahkan, peserta pelatihan pemberdayaan secara serentak totalnya ada 10.500.

"Setelah pelatihan, nanti akan diteruskan dengan pendampingan oleh praktisi lokal yang dipantau oleh SKPD yang terkait di kabupaten setempat," ujar Arini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.