PLN Minta Suntikan Modal Rp 10 Triliun

Kompas.com - 01/10/2015, 18:21 WIB
Gedung Kementerian BUMN wikipediaGedung Kementerian BUMN
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016, Perusahaan Listrik Negara (PLN) meminta Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 10 triliun.

Angka itu adalah yang tertinggi di antara permintaan PMN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainya. Menteri BUMN Rini Soemarno mengakui permintaan PLN itu terbilang besar. Namun, Rini punya alasan mengapa PLN menyodorkan angka hingga Rp 10 triliun itu.

"PLN ini besar karena mengingat bukan hanya (harus berpartisipasi membangun pembangkit listrik) 35.000 megawatt," ujar Rini saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Menurut dia, PLN dalam 5 tahun ke depan juga memiliki pekerjaan kain yang cukup berat, yakni membangun transmisi listrik di berbagai daerah di Indonesia. "Ada IPP (Independent Power Producer) di sana. Tapi yang lebih besar ada pembangunan transmisi 46.000 kilometer sebelum 2019," ucap Rini.

Adapun rincian PMN untuk BUMN sebesar Rp 39,42 triliun di RAPBN 2016, dalam bentuk tunai, antara lain :
1. Perum Bulog Rp 2 triliun
2. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Rp 500 miliar
3. PT SMI (Persero) Rp 5 triliun
4. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Rp 1 triliun
5. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Rp 1 triliun
6. PT Hutama Karya (Persero) Rp 3 triliun
7. PT Wijaya Karya Tbk Rp 3 triliun
8. PT Pembangunan Perumahan Tbk Rp 2 triliun
9. PT Angkasa Pura II (Persero) Rp 2 triliun
10. PT Jasa Marga Tbk Rp 1,25 triliun
11. PT PLN (Persero) Rp 10 triliun
12. PT Geo Dipa Energi (Persero) Rp 1,16 triliun
13. PT Krakatau Steel Tbk Rp 1,5 triliun
14. PT Industri Kereta Api (Persero) Rp 1 triliun
15. PT Barata Indonesia (Persero) Rp 500 miliar
16. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Rp 500 miliar
17. PT Askrindo (Persero) Rp 500 miliar
18. Perum Jamkrindo Rp 500 miliar
19. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Rp 500 miliar.

Sementara itu PMN untuk BUMN yang diberikan secara non tunai, antara lain:
20. PT Perikanan Nusantara (Persero) Rp 29,4 miliar
21. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Rp 692,5 miliar
22. Perum Perumnas Rp 235,4 miliar
23. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Rp 564,8 miliar
24. PT Amarta Karya (Persero) Rp 32,1 miliar
25. PT Krakatau Steel Rp 956,5 miliar



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X