Paket Ekonomi Pemerintah, Industri Bisa Cicil Pembayaran Listrik ke PLN

Kompas.com - 07/10/2015, 19:53 WIB
Proses pembuatan tekstil polyester yang berbahan dasar benang sintetis di pabrik PT Trisula Textile Industries, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (28/10/2014). KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SProses pembuatan tekstil polyester yang berbahan dasar benang sintetis di pabrik PT Trisula Textile Industries, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (28/10/2014).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Paket kebijakan ekonomi ketiga mencakup sejumlah insentif untuk industri, salah satunya di bidang listrik.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan kelonggaran pembayaran biaya listrik kepada industri menjadi hanya membayar 60 persen dalam tahun pertama dan sisanya bisa dicicil pada tahun berikutnya.

"Banyak sekali industri yang karena terkena rawan PHK, mengalami kesulitan cashflow sehingga listriknya terus bengkak. Ini jumlahnya besar. PLN beri kebijakan dalam setahun hanya bayar 60 persen, sisanya dicicil dan baru dibayar di bulan 13 dari sekarang," kata Menteri ESDM Sudirman Said dalam jumpa pers tentang paket kebijakan tahap ketiga di kantor presiden, Rabu (7/10/2015).

Cicilan bisa dilakukan selama 12 bulan oleh perusahaan. Menurut Sudirman, hal ini akan memudahkan berbagai perusahaan yang tengah mengalai kesulitan keuangan. "Biasanya padat karya, dan harus berkompetisi dengan komponen impor," kata Sudirman.

Selain memberikan kelonggaran pembayaran tagihan listrik, industri juga mendapat insentif lainnya berupa pernurunan tarif listrik yang dilakukan menyesuaikan Indonesian Crude Price (ICP), kurs, dan juga inflasi.

Dalam tiga bulan terakhir, telah terjadi penurunan tarif listrik sebesar 2,6 persen. Lainnya, pemerintah juga memberikan diskon tarif listrik sebesar 30 persen, untuk industri yang memanfaatkan pemakaian listrik pada pukul 23.00-08.00.

"Banyak perusahaan yang dijalankan dengan mekanistik. Jadi orang sedikit andalannya mesin. Kalau mereka naikkan kemampuan produksi di malam hari, maka diskonnya akan mendapatkan 30 persen dari tarif normal," ucap Sudirman.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo | Maybank Ganti Uang Winda Earl

[POPULER MONEY] Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo | Maybank Ganti Uang Winda Earl

Whats New
Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Whats New
Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X