Kompas.com - 08/10/2015, 16:13 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mengingatkan kembali masyarakat ihwal keunggulan asuransi syariah di tengah melemahnya perekonomian Indonesia saat ini. Adalah Ketua Umum AASI Adi Pramana yang mengatakan hal tersebut hari ini, Kamis (8/10/2015) berkenaan dengan Hari Asuransi. Di Indonesia, Hari Asuransi dirayakan pada tiap 18 Oktober.

Menurut Adi dalam siaran persnya itu, prinsip-prinsip asuransi syariah seperti tolong menolong satu sama lain serta saling melindungi sejalan dengan prinsip keluhuran nilai bangsa Indonesia dengan sikap gotong-royongnya. Hal ini merupakan modal kuat untuk membangun perekonomian berkesinambungan.

Asuransi syariah merupakan bagian sistem ekonomi saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Bagi pelaku asuransi syariah keuntungan diperoleh dengan memperoleh bagian atas pengelolaan bisnisnya (ujrah pengelola). Pihak perantara yang terlibat dalam proses transaksi syariah berhak atas ujrah (fee, brokege, commission) dari jerih payahnya.

Selain mendapatkan perlindungan, para peserta pun turut memperoleh bagian atas keuntungan apabila transaksi tersebut memberikan nilai lebih (surplus underwriting). Bahkan, lebih jauh lagi, pihak-pihak yang tidak terlibat (misalnya masyarakat fakir, miskin, dhuafa) dalam transaksi bisnis syariah pun bisa merasakan manfaat dari transaksi tanpa riba ini semisal dalam bentuk zakat, infak, atau jariyah.

Belum ada

Ke depan, Adi memberikan catatan bahwa pemerintah mesti kian pro-rakyat dalam kebijakan perekonomian. Hingga kini, menurut Adi, belum ada lembaga keuangan syariah milik pemerintah. Yang ada saat ini adalah lembaga keuangan syariah sebagai anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Sekiranya saja, pemerintah dengan political will yang dimilikinya, sedikit mengarahkan ke arah ini, tentunya akan semakin marak ekonomi syariah di negeri ini. Kembali diingat, BUMN selain berperan sebagai penghasil dividen bagi negara juga (bisa) mempunyai misi kemanusiaan. Sangat tepat bila ekonomi kerakyatan ini didukung oleh BUMN yang tangguh," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bentuk lain political will yang bisa digerakkan oleh pemerintah adalah social responsible investment (SRI) untuk diterapkan kepada seluruh pelaku perasuransian syariah. Selain corporate social responcibility (CSR), SRI akan sangat membantu para pelaku usaha kecil, menengah dan mikro (UMKM). Pasalnya, mereka tak terbebani jeratan riba.

Ujungnya adalah tujuan pembangunan yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Kekayaan akan diperoleh dari sikap bersyukur dan saling membantu. "Dengan keyakinan tinggi, kita semua bisa meyakini bahwa ekonomi syariah akan semakin maju dan berkembang dan membawa keberkahan bagi semua pihak dan demi Indonesia yang jauh lebih baik lagi," demikian Adi Pramana.

Primus Keuangan syariah Indonesia
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.