Lino Anggap Masalah Tanjung Priok Lebih Enteng dari Mbah Priok

Kompas.com - 13/10/2015, 19:48 WIB
Seorang peziarah keluar dari area makam Habib Hasan Al Haddad atau Mbah Priok yang berada di dekat terminal peti kemas PT Pelindo II, Koja, Jakarta Utara, Senin (8/3/2010). Pemerintah kota Jakarta Utara berencana melakukan penataan lahan pemakaman tersebut untuk pengembangan terminal peti kemas. KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANSeorang peziarah keluar dari area makam Habib Hasan Al Haddad atau Mbah Priok yang berada di dekat terminal peti kemas PT Pelindo II, Koja, Jakarta Utara, Senin (8/3/2010). Pemerintah kota Jakarta Utara berencana melakukan penataan lahan pemakaman tersebut untuk pengembangan terminal peti kemas.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Pelindo II RJ Lino mengaku tak pernah kehilangan nyali sedikitpun untuk berupaya melakukan perbaikan Pelabuhan Tanjung Priok meski berbagai tekanan tarus menghantamnya. Bahkan, yang terbaru, dia menyebut masalah yang dihadapinya saat ini lebih enteng ketimbang masalah beberapa tahun lalu. "Bagi saya masalah yang belakangan ini lebih mudah dari pada waktu saya nanganin masalah (pembongkaran makam) Mbah Priok," ujar Lino santai saat berbincang dengan Kompas.com di Kantor Pelindo II, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Dia sedikit berbagi cerita saat melakukan pembongkaran makam Mbah Priok lima tahun silam. Saat itu, kenang Lino, perlu upaya setengah mati untuk menangani masalah tersebut.

Ihsanuddin Dirut PT Pelindo II Rj Lino saat ditemui Kompas.com, di Kantornya, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Menurutnya, upaya setengah mati itu dilakukan lantaran saat itu dia belum banyak mengenal banyak tokoh-tokoh nasional yang tentu memiliki pengaruh kuat di negeri ini. Hal itu ucapnya sangat berbeda dengan apa yang terjadi hari ini. "Kasus Mbah Priok itu kan 2010, April. Orang belum tahu Lino itu siapa. Kalau hari ini beda. Saya kenal banyak orang dan orang tahu siapa saya," kata dia sembari tersenyum.

Sejak menjabat dari 2009, Lino mengklaim telah melakukan berbagai reformasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurutnya, banyak perusahaan-perusahaan yang menjadi pihak ketiga kala itu dia sikat. Pihak-pihak inilah yang dinilai Lino sakit hati sehingga menjadi menekan dia saat ini.

Namun, Lino mengaku tak mau ambil pusing. Menurutnya, pihak-pihak yang sakit hati itu bukan menjadi sesuatu yang mesti diurus oleh perusahaan sebesar Pelindo II.

Seperti diketahui, RJ Lino saat ini menjadi sorotan. Persoalan dwell time, mafia pelabuhan, korupsi mobile crane, hingga tuduhan gratifikasi jadi rentetan isu yang terus menghantamnya. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahkan sudah membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengusut berbagai kasus di Pelindo II itu.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X