Tarif Kereta Cepat Rp 200.000-Rp 225.000 Per Penumpang

Kompas.com - 16/10/2015, 15:26 WIB
ED Jones / AFP Sebuah kereta api cepat China memasuki stasiun Provinsi Hebei.
JAKARTA, KOMPAS.com — Tarif kereta cepat jalur Jakarta-Bandung dihargai Rp 200.000 sampai Rp 225.000 per penumpang.

Hal ini dihitung berdasarkan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada 2019 saat kereta cepat beroperasi sebesar Rp 16.000 per dollar AS.

"Kami hitung dalam seasibility study (FS) sebesar Rp 200.000 sampai Rp 225.000 asumsi pada 2019," ujar Ketua Konsorsium Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bintang Perbowo di Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Rencananya, kereta cepat memiliki panjang jalur 150 kilometer (km) dan akan melewati delapan stasiun, mulai dari Gambir, Manggarai, Halim Perdanakusuma, Karawang, Walini, Bandung Barat, Kopo, dan Gedebage.

"Ada delapan stasiun dilewati kereta cepat," kata Bintang Perbowo.

Dalam tahap awal, pembangunan kereta cepat akan mengurus izin pembebasan lahan.

Ditargetkan, pada awal 2016, pembangunan dimulai dan selesai pada 2018, sedangkan untuk pengoperasiannya dimulai kuartal pertama 2019.

"Semua sudah final. Konstruksi tinggal diurus izinnya setelah pertemuan ini," kata Direktur Utama PT Wijaya Karya itu.

Pada pelaksanaannya, China mendapat jatah saham 40 persen dan 60 persen milik Pemerintah Indonesia melalui perusahaan patungan PT Pilar Sinergi BUMN.

Total investasi kereta cepat sebesar 5,5 miliar dollar AS dengan pembiayaan dari China Development Bank sebesar 75 persen dan sisanya dari ekuitas konsorsium BUMN dan PT China Railwys International Co, Ltd.

Skema perusahaan patungan di PT Pilar Sinergi BUMN terdiri atas empat perusahaan BUMN. Dalam pembagiannya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mendapat jatah ekuitas 38 persen, PT Jasa Marga (Persero) Tbk 12 persen, PT KAI (persero) 25 persen, dan PT Perkebunan Nusantara VII 25 persen. (Adiatmaputra Fajar Pratama)



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBambang Priyo Jatmiko

Close Ads X