Kemenhub Minta Susi Tunjuk Langsung Pelabuhan yang Jadi Tempat Penyelundupan

Kompas.com - 17/10/2015, 10:16 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Indra Akuntono/KOMPAS.comMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorWisnubrata
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti untuk menunjuk pelabuhan-pelabuhan khusus mana saja yang dijadikan tempat penyelundupan barang dan hewan, serta perbudakan manusia.

"Sebaiknya Bu Susi tunjuk pelabuhan mana, kita nanti tertibkan," ujar Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M. Djuraid di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Dia melanjutkan, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sudah menginstruksikan pelarangan kapal-kapal asing memasukan barang ke pelabuhan yang tidak dilengkapi Bea Cukai dan Imigrasi. Hal itu sebagai bukti bahwa Kemenhub telah berupaya mencegah masuknya barang-barang illegal masuk ke Indonesia.

Kemenhub mengatakan tak bisa menyamaratakan semua pelabuhan khusus sebagai tempat penyelundupan. Oleh karena itu, jalan dalah satu-satunya yaitu Menteri Susi menunjuk langsung pelabuhan khusus mana yang ia maksud.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali meminta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk tak lagi memberikan izin pembukaan pelabuhan-pelabuhan khusus kepada pengusaha atau perusahaan.

Menurut Susi, berdasarkan fakta di lapangan, pelabuhan khusus tersebut justru dimanfaatkan para pelaku illegal fishing untuk menyelundupkan barang ilegal atau binatang-binatang langka.

"Pelabuhan khusus untuk perusahaan akan banyak diselewengkan penggunaannya. Kalau penyelundupan ini tidak dicegah, ya sama saja," ujar Susi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (15/10/2015).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X