Kompas.com - 20/10/2015, 21:49 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli kembali berkomentar mengenai Direktur Utama Pelindo II RJ Lino. Menurut Rizal, belakangan ini, Lino sudah tampak sok kuasa dalam mengelola Pelindo II.

"(RJ Lino) sudah sok kuasa karena sudah menggusur Kabareskrim Buwas (Budi Waseso). Ini sudah waktunya distop," ujar Rizal seusai menghadiri acara Rembug Nasional Setahun Pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan, awalnya, dia mengapresiasi kinerja Lino di Pelindo II. Namun, ucap dia, belakangan ini, Lino dianggap sudah semakin ngaco.

Dia menjelaskan, salah satu hal ngaco Lino tersebut terkait banyaknya iklan Pelindo II di berbagai media. Dia mengingatkan Lino bahwa dana iklan tersebut adalah uang BUMN yang sahamnya dimiliki pemerintah, bukan uang pribadi.

"Saya akui Lino lumayan mula-mulanya, tetapi belakangan makin ngaco. Anggap uang perusahaan udah kaya milik pribadi," kata dia.

Selain itu, Rizal juga mengingatkan siapa saja, termasuk Lino, manfaat keuntungan perusahaan harus dilihat apakah menguntungkan ekonomi nasional atau tidak. Secara keuangan, kata Rizal, keuntungan Pelindo II memang naik otomatis karena volume perdagangan Indonesia yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok juga naik.

"Tapi, belum tentu menguntungkan ekonomi dengan cara mereka menutup rel kereta api. Padahal, di pelabuhan seluruh dunia, misalnya di San Francisco, di Seattle, selalu pelabuhan ada jalur kereta api karena itu akan mempercepat kemacetan di pelabuhan," ucap Rizal.

"Yang bersangkutan menggunakan berbagai alasan kalau kereta api enggak bagus karena dia membeking tracking system. Hal-hal begini harus dijelaskan kan keuntungan negara dengan kemacetan yang terjadi dengan waktu tunggu kapal dan dwell time ini merugikan negara kok," tutur dia.

Oleh karena itu, Rizal mengaku sangat senang DPR RI membentuk Pansus Pelindo II beberapa waktu lalu untuk membongkar berbagai persolan yang terjadi di Pelindo II.

Blakblakan

Sebelumnya, dalam wawancara khusus kepada Kompas.com, RJ Lino menerima dengan senang hati jika dicap arogan dan sombong oleh pihak-pihak yang menentangnya. Bagi Lino, hal itu merupakan bagian dari konsekuensi atas upaya perubahan yang coba dilakukannya di sektor kepelabuhan Indonesia.

Namun, Lino juga berujar bahwa apa yang dia lakukan selama ini semata-mata hanya keterusterangan, bukan menonjolkan arogansi seperti yang dicapkan sebagian orang kepadanya.

"Saya ini orang Timur, blakblakan saja (kalau berkata)," ujar Lino kepada Kompas.com di Kantor Pelindo II, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.