YLKI Serukan Boikot Produk Perusahaan yang Terbukti Bakar Hutan

Kompas.com - 26/10/2015, 11:44 WIB
Jarak pandang di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (23/9) pada pukul 16.00 hanya 50 meter akibat kabut asap pekat. Megandika WicaksonoJarak pandang di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (23/9) pada pukul 16.00 hanya 50 meter akibat kabut asap pekat.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyerukan pemboikotan produk perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan.

Hal itu sebagai salah satu bentuk hukuman sosial akibat bencana kabut asap lantaran perilaku perusahaan-perusahaan tersebut.

"YLKI juga menyerukan pada masyarakat sebagai konsumen untuk memboikot produk yang diproduksi oleh produsen yang terbukti melakukan pembakaran hutan," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam siaran pers kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (26/10/2015).

YLKI juga mendesak pemerintah untuk transparan terhadap pelaku pembakaran hutan, terutama yang berupa korporasi.

Pemerintah, kata Tulus, tak perlu ragu menyebutkan kepada publik produk-produk perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan.

Menurut YLKI, aksi boikot masif produk tersebut akan menjadi instrumen efektif untuk melakukan hukuman sosial bagi produsen yang nakal, melakukan kerusakan lingkungan.

"Konsumen punya tanggung jawab moral untuk tidak mengonsumsi produk dari produsen yang proses produksinya melakukan kerusakan lingkungan," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain menyerukan aksi boikot, YLKI beritikad untuk membuka Posko Bantuan Bencana Asap, dengan mengajak masyarakat untuk menyalurkan bantuannya via YLKI.

Bantuan bisa berupa natura, seperti masker, obat-obatan, makanan, dan lainnya.


Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.