Kiat Investasi Reksa Dana untuk Ibu Rumah Tangga

Kompas.com - 27/10/2015, 06:07 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi
EditorErlangga Djumena

Secara umum kelompok pengeluaran saya bisa bagi menjadi Kebutuhan, Keinginan, Sosial, Cicilan Produktif, Cicilan Konsumtif, dan Investasi.

Yang bisa masuk kategori Kebutuhan seperti biaya makan dan minum, biaya transportasi, biaya rutin air dan listrik, serta biaya yang memang harus dikeluarkan lainnya. Kalau yang masuk kategori Keinginan bisa seperti pengeluaran untuk hobi, beli barang mewah, Fine Dining, Jalan-jalan dan hal lainnya yang sifatnya bisa membuat Anda senang tapi sebenarnya bisa ditunda.

Sosial adalah kategori untuk pengeluaran seperti sumbangan, zakat, dan pengeluaran lain yang sifatnya membantu orang lain atau lingkungan.

Cicilan produktif adalah cicilan untuk pembelian aset produktif seperti rumah dan kendaraan. Sementara cicilan konsumtif adalah cicilan untuk pengeluaran yang sifatnya konsumtif atau masuk dalam kategori keinginan.

Perlu dibedakan, kalau cicilan itu berarti sudah berutang. Tapi kalau pakai kartu kredit dan bayar lunas tidak masuk kategori cicilan.

Investasi adalah kategori untuk pengeluaran untuk membeli aset produktif seperti membeli emas, reksa dana, saham, ORI dan membuka rekening deposito. Pengeluaran untuk pengembangan diri seperti sekolah atau kursus juga bisa masuk kategori ini.

Setelah semua pengeluaran sudah diklasifikasikan, selanjutnya adalah menghitung persentasenya terhadap total pendapatan. Misalkan dalam satu bulan didapatkan data persentase pengeluaran Kebutuhan adalah 50 persen, Keinginan 10 persen, Cicilan Produktif 20 persen, Sosial 5 persen, dan Investasi 15 persen.

Lakukan secara konsisten paling tidak selama 6 bulan ke depan. Nanti hal ini akan menjadi kebiasaan, selanjutnya angka persentase pengeluaran nantinya juga akan membentuk pola.

Sehat Secara Keuangan
Dari persentase pengeluaran tersebut, kita bisa melihat apakah secara keuangan kita sehat atau tidak. Misalkan jika persentase Cicilan Produktif lebih dari 30 persen, maka itu berarti Anda utangnya kebanyakan. Atau total Pengeluaran (tidak termasuk Investasi) lebih dari 100 persen, maka itu berarti besar pasak daripada tiang.

Referensi: Mana yang Lebih Prioritas: Dana Darurat atau Investasi Reksa Dana?

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.