BNP2TKI: Pemotongan Gaji TKI Singapura Melebihi "Cost Structure"

Kompas.com - 02/11/2015, 08:13 WIB
Berbagai permasalahan terkait pelayanan TKI melalui konferensi video itu akan ditangani oleh tim Puslitfo BNP2TKI berkoordinasi dengan pihak IT di KDEI Taiwan. Selanjutnya Lisna menjelaskan agar nantinya kedua sistem saling disinkronkan.
Dok BNP2TKIBerbagai permasalahan terkait pelayanan TKI melalui konferensi video itu akan ditangani oleh tim Puslitfo BNP2TKI berkoordinasi dengan pihak IT di KDEI Taiwan. Selanjutnya Lisna menjelaskan agar nantinya kedua sistem saling disinkronkan.
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melakukan pembahasan mengenai pemotongan gaji yang tak sesuai  dengan ketentuan struktur biaya penempatan TKI beberapa waktu lalu di Singapura.
Hadir saat itu antara lain KBRI Singapura, ratusan agen, Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati), Pimpinan BNI Singapora, dan perwakilan TKI.

Gaji TKI dipotong kira-kira selama 8 bulan itu sering terjadi terhadap TKI yang bekerja di Singapura. Akibat pemotongan gaji tersebut, take home pay yang diterima TKI hanya sekitar 50 sampai 70 dollar Singapura.

"Oleh karena itu BNP2TKI turut menghadirkan perbankan dan mengumumkan program layanan keuangan terpadu di mana salah satunya adalah pembayaran gaji yang ditransfer melalui rekening bank atas nama TKI tersebut di Singapura," kata Nusron, Senin (2/11/2015).

Pada dasarnya Nusron berharap adanya zero cost bagi TKI. Hanya, lanjut dia, hal itu belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Oleh sebab itu layanan keuangan terpadu akan dijadikan solusi.

"Sudah ada dua bank yang melakukan MoU dan memiliki jaringan di Singapura, yakni BNI dan BII Maybank yang akan melakukan proses pembukaan rekening atas nama TKI di Singapura sebelum si TKI berangkat. Dengan begitu, nomer rekening pembayaran gaji dapat dimasukkan ke dalam kontrak," paparnya.

Praktik ilegal

TKI dengan kontrak baru nantinya sudah bisa mendapat pelayanan pembukaan rekening dan gajinya bisa langsung ditransfer ke rekening tersebut. Diyakini pemotongan gaji berlebihan oleh Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) bisa dihindari.

Nusron berharap remitansi atau transfer uang oleh pekerja asing ke negara asal bisa ditingkatkan dengan meningkatnya instrumen keuangan formal. Selain itu, multiplier effect dari program ini adalah meleknya TKI dan keluarganya dengan instrumen keuangan dan akses terhadap jasa keuangan formal.

"BNP2TKI melakukan upaya ini untuk meminimalisir adanya potongan gaji yang tidak sesuai dengan cost structure. Kehadiran perbankan nasional untuk ikut memberikan fasilitas bagi TKI akan menghilangkan praktik-praktik ilegal seperti jual beli blanko, karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut mengawasi dengan ketat hal ini," tegas Nusron.

Nusron menambahkan, saat ini remitansi dari TKI di seluruh negara Asia telah mengalami kenaikan. Namun, Singapura justru mengalami penurunan sebesar 5,78 persen.

Alasan penurunan tersebut di antaranya karena gaji TKI di Singapura masih lebih rendah dari yang lain. Alasan kedua karena tidak memahami akses keuangan formal.

"Ketiga, adanya pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan potongan berlebih," kata Nusron.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Whats New
Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

BrandzView
Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Whats New
Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Whats New
Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Whats New
Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Whats New
Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Whats New
Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Whats New
Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Whats New
Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Whats New
Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Whats New
Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Earn Smart
Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X