Darmin: Indonesia Masih Pertimbangkan Untung Rugi Masuk TPP

Kompas.com - 02/11/2015, 16:39 WIB
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah belum menyatakan akan bergabung dalam kerja sama antar negara dalam Trans Pacific Partnership (TPP).

Menurut dia, pemerintah masih melakukan kajian.

"Sebetulnya Indonesia, Presiden (Joko Widodo) tidak mengatakan akan masuk sekarang. Mengatakan bermaksud untuk masuk, dan ada satu lagi loh, Indonesia meminta menunggu memberikan dokumen-dokumen dan draft mengenai TPP itu," kata Darmin di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Dia menyebutkan, draft konsep TPP itu baru dibahas dalam kongres sehingga belum rampung. Dengan demikian, pemerintah Indonesia harus menunggu terlebih dulu draft itu. (baca: Tifatul Sembiring: TPP Itu Jebakan)

"Itu termasuk yang kami harus pelajari. Untung ruginya, dan bagaimana kalau masuk, ya jangan supaya rugi," kata Darmin.

Selain itu, pemerintah juga masih mempertimbangkan keberadaan Vietnam yang sudah terlebih dulu bergabung dengan TPP. (baca: Sebelum Gabung Trans Pacific Partnership, Pemerintah Akan Proteksi Produk Lokal)

Untuk diketahui, diferensiasi produk yang dimiliki Vietnam tidak jauh berbeda dengan Indonesia.

"Jadi perhitungannya lebih rumit. Kita harus lihat juga, dia dapat apa, kita bisa kehilangan apa," imbuh Darmin.

Jika bergabung TPP, Indonesia akan memiliki peluang mengembangkan pasar ke negara-negara maju yang tergabung di dalamnya. Sejumlah keuntungan didapat, seperti tarif yang rendah.

Namun, di sisi lain, Indonesia juga harus mengikuti aturan main yang ditetapkan TPP, termasuk tarif murah dan tidak mengistimewakan badan usaha milik negara (BUMN).

TPP saat ini diikuti oleh 12 negara, yakni Brunei, Cile, Selandia Baru, Singapura, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jepang, Malaysia, Meksiko, Peru, dan Vietnam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.