Kompas.com - 03/11/2015, 06:05 WIB
EditorErlangga Djumena

Ada perusahaan yang mengelola dana pensiun sendiri dengan membentuk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). Sebagai contoh, jika ada bekerja di PT. Astra Internasional maka dana pensiun anda dikelola oleh Dana Pensiun Astra. DPPK adalah lembaga dana pensiun yang mengelola uang pensiun karyawan perusahaannya sendiri.

Ada yang menggunakan jasa Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Biasanya DPLK dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi, sebagai contoh ada DPLK BRI dan DPLK Muamalat. DPLK adlaha lembaga dana pensiun yang mengelola uang pensiun karyawan dari berbagai perusahaan.

Sama seperti Jaminan Hari Tua, manfaat dana pensiun dari DPPK dan DPLK ini juga bisa dicek dengan lembaga yang bersangkutan. Menjelang pensiun, sebaiknya karyawan pro aktif mengecek saldonya untuk mengetahui manfaat pensiun di masa tua nanti.

Sumber ketiga adalah dana pensiun yang disiapkan secara mandiri. Bagi anda yang berwiraswasta, agen freelance, atau bekerja di perusahaan yang memberikan manfaat pensiun tapi merasa tidak cukup, juga bisa menyiapkan dana kebutuhan pensiun secara mandiri.

Persiapannya bisa dengan usaha sampingan, berinvestasi sektor riil seperti properti dan emas, atau bisa juga melalui investasi pasar modal seperti reksa dana. Akumulasi dari hasil investasi ini, selanjutnya bisa digunakan untuk membiayai masa tua anda.

Membuat perkiraan kebutuhan pensiun
Biaya kebutuhan hidup sehari-hari bisa cukup bervariasi di Indonesia. Bagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bandung kebutuhan hidup yang wajar untuk seorang warga kelas menengah mungkin bisa mencapai Rp 10 juta – Rp 15 juta per bulan. Sementara untuk kota lain atau di desa mungkin bisa lebih rendah 30 persen– 50 persen.

Dengan asumsi Rp 10 juta per bulan, maka per tahun adalah Rp 120 juta dan Rp 2,4 milliar untuk 20 tahun. Angka ini tidak memperhitungkan inflasi, namun dengan asumsi jika seorang pensiunan sudah memiliki dana Rp 2,4 miliar, maka uang tersebut akan disimpan di bank dengan bunga deposito yang sama dengan atau lebih besar dari inflasi.

Kemudian pensiunan juga harus memperhitungkan biaya kesehatan karena kondisi fisik yang menurun. Tidak hanya untuk penyakit kritis tapi juga perawatan kesehatan. Menurut saya, setidaknya butuh dana Rp 500 juta  - Rp 1 miliar untuk berjaga-jaga.

Jika dijumlahkan berarti jika anda pensiun hari ini dengan gaya hidup Rp 10 juta per bulan, maka dibutuhkan kira-kira Rp 2,9 M – Rp 3,4 M untuk masa pensiun selama 20 tahun.

Investasi atau Deposito saja?
Jika sumber dana pensiun sudah diketahui dengan jelas, begitu juga dengan kebutuhan pensiunnya, maka barulah para pensiunan bisa menentukan apakah dia bisa berinvestasi di reksa dana atau tidak.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.