Tol Laut Diluncurkan, Menteri Tom Berharap Disparitas Harga Berkurang

Kompas.com - 04/11/2015, 11:04 WIB
Posisi pelabuhan dalam skema tol laut terhadap catatan sejarah kejadian tsunami di Indonesia. Abdul MuhariPosisi pelabuhan dalam skema tol laut terhadap catatan sejarah kejadian tsunami di Indonesia.
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akhirnya meluncurkan Program Tol Laut di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Peluncuran dilakukan oleh  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Thomas Lembong mengatakan, dengan adanya tol laut ini, diharapkan disparitas dan fluktuasi harga di daerah timur Indonesia bisa berkurang.
 
"Salah satu kebijakan Kementerian Perdagangan adalah memperkuat Pasar Dalam Negeri, keberhasilan kebijakan tersebut dapat dilihat dari stabilitas harga barang kebutuhan pokok dan barang penting dengan target fluktuasi harga kurang dari 9 persen  per tahun dan disparitas harga kurang dari 13,5 persen," ucap Mendag yang biasa disapa Tom Lembong ini, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (4/11/2015).

Peluncuran perdana tol laut ini merupakan program kerja Kementerian Perhubungan dalam Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang di Laut yang tertuang dalam Perpres No. 106 Tahun 2015.

Tujuan program ini adalah untuk mendistribusikan barang kebutuhan pokok dan barang penting ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan guna mengurangi disparitas harga.

Pelaksanaan program ini merupakan kewajiban pelayanan publik (PSO) untuk angkutan laut barang kebutuhan pokok dan barang penting, melalui penugasan kepada PT Pelni sebagai penyelenggara PSO, dengan mendapat biaya kompensasi (subsidi) dari APBN.

“Dalam pelaksanaan program ini, Kementerian Perdagangan berperan sebagai koordinator dan pemasok muatan, untuk menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting,” ujar dia.

Pada peluncuran perdana Tol Laut ini, kementerian perdagangan bekerja sama dengan distributor dari wilayah Biak, Serui, Nabire, Manokwari, Tual, Fakfak dan Kaimana.

Dari Tanjung Priok Jakarta 41 kontainer dan dari Tanjung Perak (Surabaya) ada 36 kontainer yang memuat barang kebutuhan pokok dan barang penting, antara lain gula, beras, tepung terigu, minyak goreng, telur, bawang, besi baja, serta tripleks dan semen.

"Semoga program ini dapat menurunkan harga jual ke konsumen di daerah tujuan dan memperkecil disparitas harga," kata Tom.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X