Dampak Erupsi Barujari, 123 Penerbangan Garuda Indonesia Dibatalkan

Kompas.com - 05/11/2015, 08:39 WIB
Penumpang menunggu informasi mengenai penerbangan yang ditunda dan dibatalkan di area keberangkatan Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, 4 November 2015. Penutupan bandara diperpanjang aktivitas Gunung Barujari yang meningkat. Debu vulkaniknya yang menuju Bali dinilai membahayakan penerbangan. AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKAPenumpang menunggu informasi mengenai penerbangan yang ditunda dan dibatalkan di area keberangkatan Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, 4 November 2015. Penutupan bandara diperpanjang aktivitas Gunung Barujari yang meningkat. Debu vulkaniknya yang menuju Bali dinilai membahayakan penerbangan.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Dampak penutupan bandara akibat debu vulkanik erupsi anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari, berimbas kepada maskapai.

Hingga Kamis (4/11/2015), sudah 123 penerbangan Garuda Indonesia dibatalkan. untuk sementara waktu menghentikan penerbangan dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Bandara Blimbingsari, Banyuwangi dan Bandara Internasional Lombok pada hari ini.

"Mengingat erupsi Gunung anak Rinjani (Gunung Barujari) dengan sebaran abu vulkaniknya dapat membahayakan keselamatan penerbangan,” kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar di Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Garuda Indonesia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pengguna jasa dikarenakan oleh situasi force majeur dan di luar kendali perusahaan.

Maskapai plat merah itu mengaku akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas Gunung Barujari.

Bila Otritas Bandara menyatakan Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bandara Belimbingsari Banyuwangi dan Bandara Internasional Lombok di bus, maka Garuda menyatakan kesiapannya kembali melaksanakan operasional penerbangan.

Jumlah penerbangan yang dibatalkan dipastikan bertambah seiring perpanjangan penutupan 4 bandara hingga Jumat (6/11/2015)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X