Menteri-menteri Ekonomi Akan Jelaskan ke Jokowi soal Melesetnya Penerimaan Pajak

Kompas.com - 05/11/2015, 12:34 WIB
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui pasti terjadi kekurangan (shortfall) penerimaan pajak dibandingkan target APBNP 2015.

Darmin mengatakan, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro tentu sudah menyiapkan sejumlah langkah itu menghadapi shortfall pajak, baik untuk menutupi kebutuhan belanja (cash), maupun defisit anggaran.

“Karena itu (cash dan defisit) dua hal yang berbeda. Itu memang seyogyanya kita dari kabinet sudah menyampaikan ke Presiden secara jelas,” kata Darmin, Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Darmin menjelaskan, menteri-menteri bidang perekonomian perlu memberikan penjelasan khusus kepada Presiden, sebab tahun anggaran ini tinggal tersisa dua bulan saja, sementara realisasi penerimaan pajak per 31 Oktober 2015 baru separuh target.

“Ini (perlu dijelaskan) agar tidak menjadi tanda-tanya di masyarakat dan di pasar,” kata mantan Gubernur Bank Indonesia itu.

Menurut Darmin, salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap realisasi penerimaan pajak yakni melambatnya perekonomian.

Kondisi tahun ini, sebut Darmin, serupa dengan periode 2009 di mana realisasi penerimaan pajak turun terseret krisis global.

Sebagai informasi, sampai 31 Oktober 2015, Direktorat Jenderal Pajak memperkirakan realisasi penerimaan pajak baru mencapai 58,6 persen atau sekitar Rp 758 triliun.

Tak ayal, target penerimaan pajak dalam APBNP 2015 yang sebesar Rp 1.294,258 triliun mustahil tercapai.

“Sampai akhir tahun paling hanya sampai Rp 1.100 triliun,” kata Dirjen Pajak Sigit Pramudito, Jumat (30/10).

Dengan begitu, kekurangan penerimaan pajak sekitar Rp 190 triliun, lebih besar dari prediksi sebelumnya Rp 150 triliun.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tawarkan Bunga Rendah, Simak Syarat Pengajuan dari 5 Jenis KUR Mandiri

Tawarkan Bunga Rendah, Simak Syarat Pengajuan dari 5 Jenis KUR Mandiri

Whats New
Daftar Lelang Rumah Murah di Bandung Nilai Limit Mulai Rp 100 Jutaan

Daftar Lelang Rumah Murah di Bandung Nilai Limit Mulai Rp 100 Jutaan

Spend Smart
Telkom Indonesia Buka 22 Lowongan Kerja, Ini Kualifikasinya

Telkom Indonesia Buka 22 Lowongan Kerja, Ini Kualifikasinya

Work Smart
IWIP Berikan Pelatihan Kerja Gratis untuk 17.358 Orang, Tingkat Pengangguran di Halmahera Tengah Turun

IWIP Berikan Pelatihan Kerja Gratis untuk 17.358 Orang, Tingkat Pengangguran di Halmahera Tengah Turun

Rilis
Awal Sesi, IHSG Langsung Melesat 1 Persen

Awal Sesi, IHSG Langsung Melesat 1 Persen

Whats New
Melonjak Rp 10.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Melonjak Rp 10.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Dukung Percepatan Ekosistem Cloud, Biznet Gio dan Lyrid Luncurkan Layanan Otomatisasi Microservice

Dukung Percepatan Ekosistem Cloud, Biznet Gio dan Lyrid Luncurkan Layanan Otomatisasi Microservice

Whats New
Cek Aturan Bagasi Garuda Indonesia Domestik dan Internasional

Cek Aturan Bagasi Garuda Indonesia Domestik dan Internasional

Spend Smart
Bos OJK soal Ancaman Resesi Ekonomi 2023

Bos OJK soal Ancaman Resesi Ekonomi 2023

Whats New
BBM Jadi Penyebab Utama Inflasi September, Airlangga: Masih Terkendali karena Harga Pangan Turun

BBM Jadi Penyebab Utama Inflasi September, Airlangga: Masih Terkendali karena Harga Pangan Turun

Whats New
Gara-gara Promosikan Kripto via Instagram-nya, Kim Kardashian Harus Bayar Rp 19 Miliar ke Otoritas Bursa AS

Gara-gara Promosikan Kripto via Instagram-nya, Kim Kardashian Harus Bayar Rp 19 Miliar ke Otoritas Bursa AS

Earn Smart
Harga Minyak Melonjak 4 Persen gara-gara OPEC+, Bisa Kembali ke Level 100 Dollar AS?

Harga Minyak Melonjak 4 Persen gara-gara OPEC+, Bisa Kembali ke Level 100 Dollar AS?

Whats New
IHSG Hari Ini Diproyeksi Masih Melemah, Simak Analisisnya

IHSG Hari Ini Diproyeksi Masih Melemah, Simak Analisisnya

Whats New
OJK Sebut Ada Kemungkinan Restrukturisasi Kredit Covid-19 Diperpanjang

OJK Sebut Ada Kemungkinan Restrukturisasi Kredit Covid-19 Diperpanjang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.