Sebanyak 68 TKI Bermasalah Diamankan di Batam

Kompas.com - 05/11/2015, 18:31 WIB
EditorLatief
TANJUNG BALAI, KOMPAS.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau bersama Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Tanjung Balai Karimun mengamankan 68 TKI bermasalah (TKI-B) yang berangkat dari Malaysia ke Batam. Selanjutnya para TKI tersebut dibawa ke daerah mereka masing-masing, antara lain ke Jawa Timur dan Mataram.

Para calon TKI tersebut terdiri dari 67 dewasa dan satu orang balita perempuan. Sementara dari awak kapal ada 4 (empat) orang yaitu satu nakhoda dan tiga orang ABK.

Mereka diamankan kapal patroli BC-10022/Jaguar di sekitar perairan pulau Putri, Nongsa, Batam, yang sedang menumpang speedboat tanpa nama dengan nakhoda berinisial AW. Mereka berangkat dari Malaysia menuju Batam. Selanjutnya mereka meneruskan perjalanan ke daerah mereka masing-masing seperti Jawa Timur, Mataram dan Lombok.

"Mereka ditangkap oleh Bea Cukai dan diserahkan untuk kita identifikasi dokumen dan kelengkapannya sehingga bisa menentukan tindaklanjut penanganannya," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Kasi Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun, Berti Mustika, Rabu (4/11/2015).

Mewakili Koordinator P4TKI Tanjung Balai Karimun, Petugas Tata Usaha, Darman M. Sagala, menjelaskan bahwa TKI ber-KTKLN itu melarikan diri dari majikan karena ada beberapa indikasi, diantaranya pembayaran oleh majikan yang tidak sesuai dengan kontrak kerja, tidak betah selama bekerja, dan gaji ditahan oleh majikan.

Terkait hal itu, pihak P4TKI Tanjung Balai Karimun kemudian mendata dan memberikan mediasi serta pengarahan kepada enam TKI bermasalah tersebut. Dari enam TKI bermasalah itu, KTKLN milik lima diantaranya diterbitkan di Mataram dan satu di Batam.

Salah satu TKI, Ahmad Sahrudin, memiliki KTKLN yang diterbitkan oleh BP3TKI Mataram. Sambil menitikkan air mata, Ahmad mengaku punya keinginan pulang ke Lombok Timur dikarenakan anaknya sedang sakit keras.

Ahmad menuturkan, jika tidak seperti itu dirinya tidak diizinkan pulang ke kampung halaman karena baru bekerja selama 8 bulan. Apa daya, lanjut dia, sebelum sampai ke Indonesia sudah diamankan petugas.
 
Selanjutnya, dari enam TKI dengan KTKLN bermasalah itu ada satu orang melaporkan keluhan dan permasalahannya di luar negeri. Keluhannya adalah pemotongan gaji sebesar 100 sampai 200 ringgit per bulan oleh majikannya. Potongan itu dijanjijan akan akan diberikan kembali kepada TKI bersangkutan.

"TKI itu kami daftarkan keluhannya di Sistem Crisis Centre (Halo TKI)," ujar Debi Mardian, seorang Petugas Perlindungan dan Informasi P4TKI Tanjung Balai Karimun. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X