Didoakan Ketua PBNU agar Tak Mundur, Ini Komentar Susi

Kompas.com - 05/11/2015, 19:45 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jakarta, Jumat (27/3/2015) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jakarta, Jumat (27/3/2015)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorTri Wahono
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberi penjelasan ihwal isu kemungkinan mundurnya dia dari jabatannya saat ini di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ketua PB Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj sempat mendoakan agar Susi tak mundur.

"Persoalan mengundurkan diri, kadang-kadang saya ini bete (kesal), kadang-kadang capek, kadang-kadang frustasi pak, ya kecepatan kerja kadang-kadang berbeda. Tapi KKP sangat luar biasa pak, dan departemen terbaik saat ini juga KKP," ujar Susi saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan kerja sama KKP dengan berharga pihak di Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Dia menegaskan, tetap akan bekerja keras untuk mewujudkan perubahan di sektor Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Bagi Susi, kata perubahan bukan kata-kata sembarangan. Karena kata itulah yang membuatnya tertarik bergabung dengan kabinet saat diminta Presiden Jokowi.

"Saya akan bekerja sebaik mungkin seakan saya akan bekerja seumur-umur. Tapi saya juga mau kerja cepat supaya kalau saya pergi besok, sudah bagus pak. Itu pendapat saya bukan berarti saya mau resign," kata dia.

Susi merasa kinerja KKP selama ini belum banyak diapresiasi. Pandangan sinis dan kritik keras masih sering ditunjukan kepada KKP. Hal itu, kata dia, sangat berbeda dengan budaya kerja di korporasi.

"Saya amankan subsidi BBM itu 1,2 juta kiloliter. Ini solar tidak dinikmati nelayan kecil. Yah negara amankan Rp 11 triliun. Bebas impor tarif Rp 4 triliun. Kalau di korporasi sudah dapet bonus itu pak. Lah di sini sudah nombok, diomelin orang, diejek, enaknya di mana? Ya apresiasi sedikit lah," ucap Susi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo | Maybank Ganti Uang Winda Earl

[POPULER MONEY] Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo | Maybank Ganti Uang Winda Earl

Whats New
Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Whats New
Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X