Jasa Marga Cari Pendanaan Selain PMN

Kompas.com - 12/11/2015, 06:37 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak PT Jasa Marga Tbk mengaku saat ini tengah mencari alternatif pendanaan untuk membiayai proyek-proyek yang sedang dan akan dilangsungkan oleh perseroan.

Pasalnya, beberapa waktu lalu Penyertaan Modal Negara (PMN) diputuskan untuk ditunda dan perseroan mengalokasikan belanja modal mencapai Rp 13,8 triliun.

Menurut Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansyah, perseroan berkode emiten JSMR ini menargetkan total konsesi jalan tol kurang lebih sepanjang 13.000 kilometer.

Untuk itu, perseroan perlu untuk mencari pendanaan guna memastikan proyek tersebut tetap berlangsung.

"Semula Jasa Marga salah satu dari beberapa BUMN untuk dapat PMN, tapi proses ini ditunda. Kami mengalkulasi ulang bagaimana bisa menyiasati pembangun ruas baru ini dengan berbagai alternatif pendanaan," tutur Reynaldi di Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Lebih lanjut, Reynaldi mengatakan bahwa alternatif pendanaan dapat diperoleh dari berbagai sumber.

Pendanaan, kata dia, dapat diperoleh dari pasar uang melalui perbankan ataupun pasar modal melalui oblogasi atau instrumen pasar modal lainnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perseroan mengalokasikan kas internal Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun untuk belanja modal. Sementara itu, perseroran tengah mengikuti proses tender beberapa jalan tol, antara lain Jalan Tol Manado Bitung (39 km) dengan investasi Rp 3,4 triliun, dan Pandaan-Malang (37,6 km) dengan nilai investasi Rp 4 triliun.

Selain itu, perseroan juga sedang memgusulkan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II sepanjang 64 km. "Kita sedang lihat alternatif sehingga pendanaan prosesnya bisa berjalan," imbuh Reynaldi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X