BI: Paket Kebijakan Ekonomi Bantu Perbaiki Neraca Pembayaran RI

Kompas.com - 16/11/2015, 10:49 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo Kompas/Heru Sri KumoroGubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan defisit transaksi berjalan dalam Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal III 2015 mencapai 4 miliar dollar AS atau 1,86 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih baik dibandingkan defisit di kuartal II 2015 sebesar 4,2 miliar dollar AS atau 1,95 persen dari PDB.

Menurut Gubernur BI Agus DW Martowardojo, secara umum capaian neraca pembayaran RI pada kuartal III 2015 telah menunjukkan kinerja yang cukup baik. Meskipun demikian, ada transaksi modal dan finansial yang menurun sehingga membuat neraca pembayaran masih mengalami defisit.

"Kita lihat defisit transaksi berjalan membaik tapi memang ada transaksi modal dan finansial yang menurun, sehingga ada defisit di NPI. Akan tetapi, secara umum kita mempunyai neraca pembayaran yang dapat dikelola dengan baik dan kita terus upayakan untuk baik," ungkap Agus di Yogyakarta, Jumat (13/11/2015).

Meskipun demikian, Agus mengaku bank sentral menyoroti beberapa aspek. Dia menuturkan, paket-paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah secara gradual akan membantu kinerja NPI. Selain itu, ia pun menyarakan pentingnya antisipasi penurunan harga komoditas yang masih terjadi.

"Komitmen pemerintah untuk reformasi struktural dengan paket-paket kebijakan akan membantu NPI. Semua memang membaik, tapi yang kita harus antisipasi adalah turunnya harga komoditas yang masih turun. Ini akan berdampak pada ekspor dan neraca perdagangan kita," kata Agus.

Perbaikan kinerja transaksi berjalan terutama ditopang oleh perbaikan neraca perdagangan nonmigas akibat penurunan impor yang relatif tajam (18,2 persen year on year) seiring masih terbatasnya permintaan domestik.

Perbaikan kinerja transaksi berjalan juga didukung penurunan defisit neraca jasa karena menurunnya impor jasa pengangkutan (freight) seiring penurunan impor barang dan meningkatnya surplus jasa perjalanan (travel) seiring naiknya jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Sementara itu, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang relatif sama dengan triwulan sebelumnya karena penurunan surplus yang terjadi pada neraca perdagangan gas terkompensasi oleh penurunan defisit pada neraca perdagangan minyak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X