Kompas.com - 17/11/2015, 07:12 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi
EditorErlangga Djumena

Nominal Investasi
Perbedaan kedua adalah terletak pada nominal investasi.Misalkan investor mengetahui bahwa harga emas per gram adalah Rp 500.000. Jika investor ingin memiliki 10 gram, maka jumlah uang yang dikeluarkan adalah Rp 500.000 x 10 = Rp 5 juta. Dengan mengeluarkan sejumlah dana tersebut, maka investor bisa mengantongi emas 10 gram.

Dengan analogi yang sama, misalkan seorang investor memiliki Rp 5 juta dan mau berinvestasi di reksa dana. Maka yang dilakukan adalah transfer Rp 5 juta ke rekening reksa dana di bank kustodian dan menunggu hingga keesokan harinya berapa jumlah reksa dana yang dia dapat. Hal ini berbeda dengan investor emas yang bisa langsung mengetahui berapa emas yang bisa dia bawa pulang di hari tersebut.

Jika harga reksa dana yang diumumkan besok hari adalah Rp 1.020, maka reksa dana yang diperoleh adalah Rp 5.000.000 dibagi Rp 1.020 = 4.901,9607 unit. Satuan kepemilikan reksa dana dinyatakan dalam Unit Penyertaan dan bisa mencapai hingga 4 angka di belakang koma. Ini juga menjadi perbedaan utama dengan instrumen lain yang satuannya tanpa koma.

Kepemilikan reksa dana tercatat pada bank kustodian. Biasanya dalam waktu 2 – 3 minggu setelah transaksi dilakukan, bank kustodian akan mengirim surat konfirmasi mengenai transaksi yang dilakukan oleh investor. Bagi bank kustodian yang menerapkan sistem pengiriman elektronik, surat konfirmasi yang dikirimkan secara email bisa sampai lebih cepat. Biasanya cuma butuh 2 – 3 hari kerja.

Surat konfirmasi tersebut bukanlah bukti kepemilikan reksa dana, artinya jika hilang sekalipun, tidak berarti investor kehilangan reksa dananya. Dengan menghubungi Manajer Investasi atau Agen Penjual investor bisa tetap mengecek kepemilikan saldo investasinya.

Harga Rata-rata dan Untung Rugi Reksa Dana
Pembelian reksa dana terkadang tidak dilakukan hanya sekali tapi bisa berkali-kali. Umumnya ketika harga sedang mengalami penurunan, investor memanfaatkan momentum ini sebagai kesempatan untuk membeli di harga yang lebih rendah. Selain itu, saat ini juga banyak investor yang membeli reksa dana dengan cara investasi berkala. Otomatis, reksa dana dibeli setiap bulan dengan harga yang berbeda-beda.

Ketika pembelian reksa dana lebih dari satu kali, maka investor perlu menghitung harga rata-rata untuk mengetahui untung ruginya. Sebagai contoh investor membeli reksa dana 3 kali dengan perincian Rp 1 juta pada harga 1.000, Rp 1.500.000 pada harga 900 dan Rp 500.000 pada harga 1.250. Berdasarkan 3 transaksi tersebut, maka harga rata-rata berikut untung rugi adalah sebagai berikut :

Pembelian Pertama
Rp 1.000.000 dibagi 1.000 = 1.000 unit
Total Modal = Rp 1.000.000       
Jumlah Unit dimiliki 1.000 unit
Harga rata-rata Rp 1 juta dibagi 1.000 unit = Rp 1.000

Pembelian Kedua
Rp 1.500.000 dibagi 900 = 1666,6667
Total Modal = Rp 1.000.000 + Rp 1.500.00 = Rp 2.500.000
Jumlah Unit dimiliki = 1.000 + 1666.6667 = 2666.667 unit
Harga rata-rata = Rp 2.500.000 dibagi 2666.6667 unit = Rp 937.49
Kerugian berdasarkan harga saat ini Rp 900 dikurangi harga rata-rata Rp 937.49 dikalikan jumlah unit dimiliki 2666.6667 = - Rp 99.973. Kerugian ini, sepanjang belum dijual masih merupakan kerugian yang belum terealisasi

Pembelian Ketiga
Rp 500.000 dibagi 1.250 = 400 unit
Total Modal = Rp 2.500.000 + Rp 500.000 = Rp 3.000.000
Jumlah Unit Dimiliki = 2666.6667 + 400 = 3066.6667 unit
Harga rata-rata = Rp 3.000.000 dibagi 3066.6667 = Rp 978.26
Keuntungan berdasarkan harga saat ini Rp 1.250 dikurangi harga rata-rata Rp 978.49 dikalikan jumlah unit 3066.6667 = Rp 832.630. Keuntungan ini, sepanjang belum dijual masih merupakan keuntungan yang belum terealisasi

Dalam surat konfirmasi maupun surat laporan bulanan yang dikirimkan oleh bank kustodian, biasanya sudah tercantum harga pembelian rata-rata reksa dana berikut perhitungan untung rugi yang belum terealisasinya. Dalam situs resmi yang disediakan oleh Manajer Investasi dan Agen Penjual, investor juga bisa mendapatkan informasi yang sama.

Demikian sharing kali ini, semoga dapat membantu anda memahami perhitungan transaksi reksa dana.

- -
*Rudiyanto adalah penulis Buku “Sukses Finansial dengan Reksa Dana” dan “Fit Focus Finish” yang diterbitkan oleh Elex Media. Head of Operation and Business Development Panin Asset Management. Salah satu Manajer Investasi terbesar di Indonesia, penerima penghargaan reksa dana Tertinggi, Terbaik dan Terfavorit pada tahun 2015 oleh Majalah Investor – Infovesta. Rudiyanto juga merupakan anggota Kelompok Kerja (POKJA) Otoritas Jasa Keuangan untuk peningkatan Literasi Keuangan di Indonesia.  Blog rudiyanto.blog.kontan.co.id

FB Rudiyanto.Blog

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.