Kemenhub: Lion Air Sudah Pernah Kena Sanksi, tetapi "Delay" Panjang Terjadi Lagi

Kompas.com - 23/11/2015, 15:31 WIB
Lion Air Aditya Panji/Kompas.comLion Air
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menganalisis penyebab terjadinya delay penerbangan Lion Air selama enam jam pada Sabtu (21/11/2015).

Kejadian itu sempat membuat penumpang kecewa hingga menghadang pesawat Lion Air lain yang ada di apron bandara.

Kemenhub sebelumnya pernah menghukum Lion Air tak boleh membuka rute baru. Kemenhub juga meminta Lion Air menyusun ulang manajemen delay akibat penundaan penerbangan berkepanjangan yang terjadi pada Februari 2015.

Namun, kini delay panjang kembali terjadi. "Lion itu pernah juga mendapat sanksi waktu itu dia diminta untuk menyusun ulang manajemen delay-nya dan itu sudah dilakukan, tetapi terjadi lagi," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata di Jakarta, Senin (23/11/2015).

Kemenhub mengingatkan Lion Air bahwa delay penerbangan bisa menjadi besar dan berkepanjangan apabila tak ditangani sesegera mungkin.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait sudah meminta maaf karena delay panjang pada akhir pekan lalu.

Menurut dia, telah terjadi miskoordinasi di internal sehingga menyebabkan jadwal penerbangan tidak bisa dilakukan sebagaimana yang telah ditetapkan.

"Delay penerbangan jurusan CGK-UPG dengan nomor penerbangan JT 898 di mana kami melakukan pergantian tipe pesawat dari narrow body menjadi wide body. Namun, dalam proses mengurus izin penerbangannya (flight approval) telah terjadi miskoordinasi di internal," kata Edward dalam siaran pers akhir pekan lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X