Kinerja 7-Eleven Tergerus Larangan Menjual Minuman Beralkohol

Kompas.com - 24/11/2015, 17:22 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Aturan yang melarang penjualan alkohol menggerus keuntungan gerai 7-Eleven milik PT Modern Internasional Tbk.

Akibat aturan itu, perusahaan terpaksa mencari jalan lain untuk menutupi kerugian.

"Kami mengevaluasi sekitar 20 hingga 30 gerai yang underperformed akibat pelarangan alkohol, gerai-gerai itu mengalami penurunan pendapatan akibat dihentikannya penjualan alkohol," kata Chandra Wijaya, Direktur Keuangan Modern Internasional saat paparan publik di Kantor Modern Internasional, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Kontribusi penjualan alkohol terhadap total penjualan mencapai 8 persen-10 persen. Namun tidak sampai di situ. Dihentikannya penjualan alkohol juga berimbas pada penjualan makanan ringan seperti keripik kentang dan kacang.

"Biasanya pelanggan yang membeli alkohol juga membeli snack. Penurunan penjualan keduanya berdampak sekitar 10 persen-15 persen terhadap total sales," jelas Chandra.

Tak kehabisan akal, perusahaan memutuskan untuk meningkatkan penjualan produk makanan jadi.

Terakhir, melalui anak perusahaan PT Fresh Food Indonesia (FFI) menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Jepang, Warabeya Nichiyo untuk memproduksi makanan dengan konsep grab and go. (Pamela Sarnia)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber KONTAN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X