Kompas.com - 26/11/2015, 11:31 WIB
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadaan helikopter khusus Presiden dan Wakil Presiden menuai pro dan kontra. TNI AU menginginkan helikopter Presiden dibeli dari Italia yakni jenis AW-101. Adapun sejumlah kalangan merekomendasikan pembelian helikopter dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yakni tipe EC-725.

Meskipun demikian, Direktur Utama PTDI  Budi Santoso mengatakan, pihaknya menyerahkan pilihan helikopter yang digunakan sebagai helikopter kepresidenan kepada Presiden Joko Widodo.

"Saya serahkan kepada Bapak Presiden. Kita serahkan mau dipakai apa, Bapak Presiden yang menentukan. Kan yang tahu mau ke mana Bapak Presiden sendiri," kata Budi di sela-sela acara Kompas100 CEO Forum, Kamis (26/11/2015).

Menurut Budi, ada banyak pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli helikopter kepresidenan, bukan hanya masalah teknis namun juga penggunaan. Namun begitu, ia mengaku tidak mengetahui secara terperinci terkait hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih helikopter kepresidenan.

"Suatu barang untuk suatu fungsi selalu ada kelebihan dan kekurangan. Tinggal diatur fungsinya apa. Setiap produk ada kelebihan dan kekurangan. Pertimbangan-pertimbangan selain teknis kan saya tidak tahu, apa pertimbangan sosial atau tidak," jelas Budi.

Beberapa waktu lalu, PT Dirgantara Indonesia (DI) merekomendasikan helikopter antipeluru tipe EC-725 Cougar untuk digunakan sebagai kendaraan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Arie menyampaikan, helikopter EC-725 telah dirancang sebagai helikopter antipeluru, terutama pada badan heli bagian samping dan bawah.

"Helikopter Airbus EC-725 sangat direkomendasikan bagi VVIP yakni Presiden dan Wakil Presiden, dan lebih unggul dibandingkan buatan Italia," ujar Direktur Produksi PT DI Arie Wibowo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Bayar PBB di BNI, Bisa via ATM, SMS dan Mobile Banking BNI

Cara Bayar PBB di BNI, Bisa via ATM, SMS dan Mobile Banking BNI

Spend Smart
Permintaan Mulai Pulih, Penyaluran Kredit UMKM Bank Mandiri Tumbuh 16,2 Persen

Permintaan Mulai Pulih, Penyaluran Kredit UMKM Bank Mandiri Tumbuh 16,2 Persen

Whats New
12 Contoh Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar agar Dilirik HRD

12 Contoh Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar agar Dilirik HRD

Whats New
Jelang KTT G20, Pembangunan Terminal VVIP di Bandara I Gusti Ngurah Rai Dikebut

Jelang KTT G20, Pembangunan Terminal VVIP di Bandara I Gusti Ngurah Rai Dikebut

Whats New
Kode Bank BTPN Syariah untuk Transfer di ATM

Kode Bank BTPN Syariah untuk Transfer di ATM

Whats New
Kode Bank BJB Syariah untuk Transfer di ATM

Kode Bank BJB Syariah untuk Transfer di ATM

Whats New
Menaker: Di Era Revolusi Industri 4.0, Kompetensi Harus Terus Ditingkatkan

Menaker: Di Era Revolusi Industri 4.0, Kompetensi Harus Terus Ditingkatkan

Whats New
Cara Menghitung Diskon, Pahami Rumus Mencari Persentase Diskon

Cara Menghitung Diskon, Pahami Rumus Mencari Persentase Diskon

Whats New
Penumpang KRL Sempat Membludak di Stasiun Manggarai, KAI Commuter: Kami Mohon Maaf

Penumpang KRL Sempat Membludak di Stasiun Manggarai, KAI Commuter: Kami Mohon Maaf

Whats New
Kode Bank BCA Syariah dan Seluruh Bank Syariah Lainnya di Indonesia

Kode Bank BCA Syariah dan Seluruh Bank Syariah Lainnya di Indonesia

Spend Smart
PPS Tinggal 32 Hari, Harta yang Dilaporkan Wajib Pajak Capai Rp 106,6 Triliun

PPS Tinggal 32 Hari, Harta yang Dilaporkan Wajib Pajak Capai Rp 106,6 Triliun

Whats New
Kode Bank BSI dan Seluruh Bank Syariah Lainnya di Indonesia

Kode Bank BSI dan Seluruh Bank Syariah Lainnya di Indonesia

Spend Smart
Waspada, Beredar Surat Palsu Pengangkatan Tenaga Honorer Jadi PNS

Waspada, Beredar Surat Palsu Pengangkatan Tenaga Honorer Jadi PNS

Whats New
Apa Itu Diskon? Pahami Pengertian, Jenis-jenis dan Contohnya

Apa Itu Diskon? Pahami Pengertian, Jenis-jenis dan Contohnya

Spend Smart
Beredar Kabar Pengangkatan Tenaga Honorer Tanpa Tes, Kementerian PAN-RB: Hoaks

Beredar Kabar Pengangkatan Tenaga Honorer Tanpa Tes, Kementerian PAN-RB: Hoaks

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.