Kompas.com - 01/12/2015, 06:07 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi
EditorErlangga Djumena

Dalam mengukur return reksa dana, pendekatan yang digunakan adalah berbasis relatif. Dengan kata lain, penilaian terhadap suatu reksa dana bukan didasarkan pada apakah return dia mencapai 15 persen-20 persen untuk periode tertentu atau tidak. Tetapi didasarkan perbandingan return reksa dana dengan reksa dana sejenis atau dengan benchmark yang sesuai.

Sebagai contoh untuk reksa dana saham dengan IHSG, sementara untuk reksa dana pendapatan tetap menggunakan indeks obligasi.

Sebisa mungkin reksa dana pilihan kita membukukan return di atas pembanding secara konsisten dalam jangka panjang. Sebab kinerja yang konsisten lebih baik dibandingkan return sangat tinggi dalam 1 periode saja tapi memble di periode berikutnya.

Tingkat Risiko (Risk)
Investasi tentu tidak bisa lepas dari faktor risiko.Ada yang menilai risiko adalah potensi tingkat kerugian yang bisa dialami oleh investor, ada juga yang menilai risiko berdasarkan pendekatan statistik seperti beta dan standar deviasi.

Pendekatan berbasis statistik biasanya lebih mengukur tingkat fluktuasi harga reksa dana, semakin besar hasil perhitungannya berarti semakin besar pula flukutasi harga reksa dana.

Pada dasarnya dalam investasi berlaku prinsip high risk high return. Jika tingkat return reksa dana cukup tinggi, maka risiko yang tinggi tersebut masih dapat diterima. Jangan sampai reksa dana pilihan kita sudah returnnya lebih rendah tapi risikonya lebih tinggi.

Sama seperti return, tingkat risiko reksa dana juga bisa dibandingkan dengan reksa dana sejenis dan benchmark.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dana Kelolaan dan Unit Penyertaan
Dana kelolaan atau sering disebut AUM (Asset Under Management) atau NAB (Nilai Aktiva Bersih) adalah jumlah keseluruhan dari dana yang dipercayakan oleh investor ditambah dengan hasil pengembangannya. Karena itu, AUM bisa naik atau turun karena kepercayaan investor dan kinerja pasar atau kombinasi dari keduanya.

Sementara Unit Penyertaan (UP) adalah jumlah unit yang bertambah atau berkurang sesuai dengan transaksi investor. Setiap kali investor melakukan pembelian reksa dana, maka UP akan bertambah, sebaliknya ketika investor melakukan penjualan UP akan berkurang.

Dana kelolaan yang besar tidak selalu bagus, namun dengan dana yang besar manajer investasi memiliki sumber pendapatan yang cukup untuk mempekerjakan tenaga SDM terbaik dan memiliki akses terhadap riset-riset investasi yang dikhususkan untuk investor besar.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah BPR Terus Menyusut, Ini Penyebabnya

Jumlah BPR Terus Menyusut, Ini Penyebabnya

Whats New
Cabai Naik, Simak Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Cabai Naik, Simak Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Spend Smart
Targetkan Nol Emisi pada 2060, Menko Airlangga: Kuncinya Maksimalkan Teknologi Hijau

Targetkan Nol Emisi pada 2060, Menko Airlangga: Kuncinya Maksimalkan Teknologi Hijau

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Ekonomi Digital Tiap Daerah Tidak Merata, Ini Sebabnya

Ekonomi Digital Tiap Daerah Tidak Merata, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan CIMB Niaga

Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan CIMB Niaga

Whats New
Kekhawatiran Omicron Mereda, IHSG dan Rupiah Awal Sesi Kompak Menguat

Kekhawatiran Omicron Mereda, IHSG dan Rupiah Awal Sesi Kompak Menguat

Whats New
KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

Whats New
Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Whats New
Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Whats New
Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

BrandzView
Biden Tak Akan 'Lockdown', Wall Street Menghijau

Biden Tak Akan "Lockdown", Wall Street Menghijau

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.