Kompas.com - 01/12/2015, 11:40 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

Disodori harga satu toilet kereta api seharga dua mobil, Jonan mengaku marah. Baginya, secara ekonomi, Rp 500 juta untuk satu toilet itu tak masuk akal.

"Saya tanya manajemen INKA, Anda sekolah atau tidak? Kalau sekolah, Anda tidak waras," ujar Jonan menirukan kata-katanya saat itu.

Akhirnya, ia memutuskan untuk mengkaji sendiri pembuatan toilet dengan sistem penampungan limbah tersebut. Bersama rekannya yakni Kepala Pusat Keselamatan PT KAI Ronald Pracipto, akhirnya penelitiannya selesai dan ternyata harga satu toilet itu hanya Rp 12 juta.

"Bukan saya yang menemukan itu, saya hanya menyemangati saja, tapi penemuannya saudara Ronald Pracipto yang lulus dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya," ujar Jonan.

Bisa dibayangkan bagaimana seorang lulusan fakultas hukum berhasil menghasilkan penelitian teknik dengan nilai ekonomis yang jauh lebih murah dibanding para lulusan teknik itu sendiri?

Meski bukan cerita baru, tetapi Jonan mengingatkan. Setiap penelitian apapun, apalagi di Indonesia, harus melihat nilai ekonomisnya. Sebab, penelitian akan percuma bila tak bisa diterapkan.  Kata Jonan, tak akan bisa diterapkan suatu penelitian kalau harganya mahal.

Di akhir ceritanya itu, Jonan berpesan kepada semua semua peneliti untuk mencontoh prinsip Thomas Alva Edison.

"Kita buat apa yang bisa kita jual, jangan menjual apa yang bisa kita buat. Karena kalau menjual apa yang kita bisa buat, maka kadang laku, tapi sering tidak lakunya," ucap Jonan.

baca juga: Jonan Minta Para Peneliti Transportasi Belajar Detail dari Jepang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.