Jonan dan Toilet Seharga Dua Mobil Kijang

Kompas.com - 01/12/2015, 11:40 WIB
Menteri Perhubungan Iganasius Jonan di ruang Area Control Center Bandara Internasional Sokearno-Hatta, Sabtu (11/7/2015). Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.comMenteri Perhubungan Iganasius Jonan di ruang Area Control Center Bandara Internasional Sokearno-Hatta, Sabtu (11/7/2015).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
KOMPAS.com - Di sektor perkeretaapian, rasanya tak perlu pusing-pusing mencari siapa tokoh yang mampu mengubah wajah kereta api Indonesia. Orang yang mampu memutarbalikkan stigma kereta yang kotor, penuh sesak, hingga bau pesing. Saat ini, silahkan nilai sendiri perubahan itu.

Ya, sosok yang dimaksud adalah mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) periode 2009-2014 yang kini menjabat sebagai Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan.

Tanpa mengesampingkan tokoh-tokoh kereta api Indonesia lainya, karir pria 52 tahun yang lahir di Singapura itu memang melejit karena kepemimpinan di KAI dinilai paten.

Pengalaman Jonan selama memimpin KAI sudah banyak dibukukan. Oleh karena itu, mari tak perlu membahas panjang lebar bagaimana Jonan meniti karirnya di kereta api. 

Mulai saja dengan hal-hal kecil. Jonan pula mengubah kereta api dari hal-hal kecil. Salah satunya yakni mengubah toilet kereta api.

Sudah diketahui umum, sedari dulu, sistem penampungan limbah toilet di kereta api tak pernah ada. Sebelum 2012, apapun yang dibuang penumpang di toilet langsung saja jatuh ke tanah.

Nah, dari sanalah Jonan mengubah gurat-gurat wajah kereta api. Sejak menjabat pada 2009, pembenahan sistem penampungan limbah itu menjadi prioritas.

Saat itu, manajeman PT INKA sebagai produsen kereta api, yang diisi banyak lulusan teknik, diajak Jonan bekerjasama membuat sistem penampungan limbah toilet.

Namun, Jonan kaget bukan kepalang. Setelah meminta waktu 6 bulan untuk mengkaji pesanan itu, manajeman PT INKA menyodorkan harga Rp 500 juta untuk satu unit toilet kereta.

"Saya bilang waktu itu, kalau harga satu toilet saat itu akhir 2009 segitu, itu sama dengan harga dua toyota kijang (Inova)," kenang Jonan saat berbicara di depan para peneliti sektor transportasi, Jakarta, Senin (30/11/2015).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X