Kompas.com - 02/12/2015, 16:43 WIB
Penulis Reza Pahlevi
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KOMPAS.com
– Verifikasi data masih menjadi tantangan untuk beragam program Pemerintah, tak terkecuali Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Masih ribuan data yang masuk ke Kementerian Sosial tak lolos verifikasi menjadi penerima bantuan tersebut.

“Kami menerima data dari Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), 5.000 warga (di sini) belum terdaftar (menerima KKS). Setelah diverifikasi, sekitar 3.000 orang layak menerima kartu tersebut,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Selasa (1/12/2015). “Pospera mendaftarkan warganya yang belum menerima KKS ke Kemensos,” imbuh dia.

Berbicara saat penyerahan simbolis kartu tersebut kepada warga di Kantor Pos Tanjung Duren, Jakarta Barat, Khofifah mengatakan ada tim verifikasi yang khusus dibentuk untuk keperluan ini. Sebaliknya, bila ada warga yang seharusnya menerima KKS tetapi masih terlewat, dia minta segera mendatangi kelurahan atau kecamatan masing-masing dan mendaftarkan diri.

Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) merupakan program pemerintah untuk keluarga kurang mampu, menggantikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Penerima kartu ini bisa menerima program Simpanan Keluarga Sejahtera—salah satu program unggulan Pemerintahan Presiden Joko Widodo bersama Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat.

Khofifah berharap, para penerima KKS bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. Di Tanjung Duren, KKS diserahkan secara simbolis kepada enam warga.

Kepala Kantor Pos Jakarta Barat, Joniar Sinaga, mengatakan setiap pemilik KPS yang masih berlaku dapat pula menukarkan kartunya itu dengan KKS ke kantor pos. Persyaratan yang harus dibawa serta adalah identitas dan keterangan dari kelurahan.

Bila pernah memiliki KPS tetapi kartu hilang, lanjut Joniar, pemiliknya masih berpeluang mendapatkan KKS dengan mendaftar ulang lewat kelurahan, berbekal identitas sah. Verifikasi akan dilakukan untuk proses pendaftaran ulang tersebut. “(Pada Selasa), kami mendistribusikan 1.280 KKS untuk warga Tanjung Duren,” ujar Joniar.

Sebagai salah satu program unggulan, KKS mendapatkan alokasi dana dari APBN. Khusus untuk APBN-P 2015—anggaran yang berjalan sekarang—Pemerintah antara lain mengalokasikan ulang dana pemangkasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk kartu ini. Berbagi dengan program Keluarga Harapan, alokasi dana penghematan subsidi BBM untuk KKS mencapai Rp 14,3 triliun dari total Rp 186 triliun.

“Jika alih subsidi tidak dilakukan, kita mempunyai bom waktu yang dapat meledak kapan saja karena pemerintah tidak punya cukup uang untuk membantu rakyat miskin dan membiayai kegiatan produktif," kata Presiden sebagaimana dikutip di situs Sekretariat Kabinet, Senin (25/5/2015).

Secara nasional, ada 16 juta KKS dibagikan di seluruh Indonesia. Masing-masing pemilik kartu mendapatkan Rp 600.000 per bulan yang bisa diambil lewat kantor pos, bertahap maupun sekaligus.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Work Smart
Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Whats New
Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Rilis
Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Work Smart
Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Whats New
PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

Whats New
Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Earn Smart
Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Whats New
Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Whats New
DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

Whats New
Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Whats New
Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Work Smart
Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Earn Smart
Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Whats New
IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.