Kisruh Freeport bagai Sinetron, Rizal Berharap Rakyat Indonesia Dapat yang Lebih Baik

Kompas.com - 04/12/2015, 10:37 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli Ambaranie Nadia K.MMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan, kasus rekaman Freeport bagaikan sinetron antar geng yang berebut saham. (baca: Rizal Ramli: Kisruh Freeport, Anggap Saja Sedang Melihat Sinetron Antar-geng)

Terkait itu, dia berharap, Indonesia akan mendapatkan manfaat yang lebih besar dari Freeport.

“Ini seperti yang saya pernah katakan, inikan bagaikan sinetron, pertentangan antar geng yang berebut saham ya. Tapikan kuncinya dari perdebatan ini, rakyat Indonesia dapat lebih baik atau tidak,” kata Rizal di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/12/2015), seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet.

Rizal mengingatkan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menjelaskan, dan dari dulu poinnya sama, bahwa Freeport harus membayar royalti lebih tinggi 6 persen-7 persen, karena di masa lalu ada ‘henkitengki‘ sehingga membayar royalti hanya 1 persen. (baca juga: Rizal Ramli: Yang Rebutan "Kue" Harus Dikepret!)

Yang kedua, lanjut Rizal, Freeport harus bertanggung jawab soal proses limbah.

“Itu ada laporannya semua bagaimana, tanya saja sama bekas-bekas Dirjen KLH (Kementerian Lingkungan Hidup) bagaimana Freeport membuang limbah seenaknya tanpa diproses,” jelasnya.

Yang ketiga, tutur Rizal, Freeport wajib untuk membangun smelter. Ia menyebutkan, undang-undangnya sendiri sudah harus dilaksanakan tahun 2009, tapi menurut dia dengan sengaja Freeport menunda-nunda.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yang terakhir adalah soal investasi . Jadi, lanjut Rizal, di luar perdebatan yang terlihat seru ramai di DPR , bangsa Indonesia jangan lupa akan arahnya, apakah Indonesia mendapatkan manfaat lebih besar dari Freeport atau tidak.

“Di luar itu kita anggap saja perebutan antara geng, yang berebut daging lah, berebut kue, tapi poin yang lebih penting jangan lupa,” ucap dia. (baca: Rizal Ramli Sebut Ada Dua Kubu di Istana yang Berebut "Kue")

baca juga:
Sudirman Said: Isu Freeport Sudah "Digoreng"




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengilap di Awal Pandemi, Kini Bisnis Ikan Cupang Mulai Redup

Mengilap di Awal Pandemi, Kini Bisnis Ikan Cupang Mulai Redup

Whats New
Cara Mudah Cek Tagihan PLN Online via Handphone

Cara Mudah Cek Tagihan PLN Online via Handphone

Work Smart
Mulai Terkerek, Harga Emas Antam Naik Rp 3.000 Per Gram

Mulai Terkerek, Harga Emas Antam Naik Rp 3.000 Per Gram

Spend Smart
19 Bulan Jadi Komisaris Pertamina, Apa Saja Gebrakan Ahok?

19 Bulan Jadi Komisaris Pertamina, Apa Saja Gebrakan Ahok?

Whats New
Sempat Tumbang, Ini Rincian Harga Emas Batangan di Pegadaian Terbaru

Sempat Tumbang, Ini Rincian Harga Emas Batangan di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
3 Layanan Call Center PLN yang Bisa Dihubungi 24 Jam

3 Layanan Call Center PLN yang Bisa Dihubungi 24 Jam

Work Smart
Mengenal Kokowagayo, Koperasi Kopi Wanita Gayo yang Mendunia

Mengenal Kokowagayo, Koperasi Kopi Wanita Gayo yang Mendunia

Whats New
Kasus Covid-19 Melonjak, Kemenaker Terapkan WFH 75 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Kemenaker Terapkan WFH 75 Persen

Whats New
[POPULER MONEY] 100 Pengacara Top Indonesia | CEO Grab Jajal Jadi Kurir GrabFood

[POPULER MONEY] 100 Pengacara Top Indonesia | CEO Grab Jajal Jadi Kurir GrabFood

Whats New
BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibutuhkan

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Marak Pinjol Ilegal, Ini 125 Fintech yang Terdaftar di OJK

Marak Pinjol Ilegal, Ini 125 Fintech yang Terdaftar di OJK

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Jadi Pribadi yang Berebeda di Media Sosial

[KURASI KOMPASIANA] Jadi Pribadi yang Berebeda di Media Sosial

Rilis
[TREN GAYA HIDUP KOMPASIANA] Rumah dan Obsesi Umur 40 Tahun | Membuat Taman Sederhana di Rumah | Memahami Trauma Masa Kecil

[TREN GAYA HIDUP KOMPASIANA] Rumah dan Obsesi Umur 40 Tahun | Membuat Taman Sederhana di Rumah | Memahami Trauma Masa Kecil

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Tetap Menjalin Hubungan baik dengan Mantan Usai Putus, Perlu atau Tidak?

[KURASI KOMPASIANA] Tetap Menjalin Hubungan baik dengan Mantan Usai Putus, Perlu atau Tidak?

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Melatih Anak Membersihkan Kamar Mandi | Merekatkan Kembali Bonding bersama Anak dengan Memasak

[KURASI KOMPASIANA] Melatih Anak Membersihkan Kamar Mandi | Merekatkan Kembali Bonding bersama Anak dengan Memasak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X