Kompas.com - 04/12/2015, 12:36 WIB
|
EditorErlangga Djumena
KOMPAS.com - Harga komoditas yang jatuh berdampak besar bagi perekonomian negara yang terfokus pada ekspor, seperti Indonesia. Dampak harga komoditas yang anjlok dan berpengaruh pada perlambatan ekonomi nasional juga ternyata berdampak pada kekayaan para miliarder Indonesia.

Mengutip Forbes, Jumat (4/12/2015), orang-orang super kaya yang termasuk dalam daftar Indonesia's 50 Richest mengalami kemerosotan kekayaan sebesar 9 persen atau sekitar 9 miliar dollar AS (sekitar Rp 123,3 triliun dengan kurs Rp 13.700 per dollar AS).  Tercatat hanya 10 orang dalam daftar Indonesia's 50 Richest yang mengalami peningkatan kekayaan.

Hal tersebut disebabkan pelemahan rupiah, menurunnya harga minyak, dan terus merosotnya harga minyak sawit dan batu bara.  Segala pelemahan ini ternyata memukul setidaknya 6 orang miliarder Indonesia.

Sekedar informasi, kini Indonesia memiliki 28 orang miliarder. Salah satu miliarder yang paling terpukul karena perlambatan ekonomi adalah Edwin Soeryadjaya dan Sukanto Tanoto.  Keduanya menggantungkan bisnis pada komoditas.

Soeryadjaya memiliki 60 persen saham Saratoga Investama Sedaya yang fokus pada batu bara, migas, dan kelapa sawit. Saham korporasi tersebut turun 30 persen.

Sementara itu, Tanoto mengalami penurunan saham yang amat signifikan atas Asian Agri yang mengandalkan bisnis kelapa sawit.  Oleh sebab itu, untuk pertama kalinya Tanoto didepak dari daftar orang-orang super kaya ini untuk pertama kalinya dalam 7 tahun.

Menurunnya indeks Jakarta Composite Stock Exchange sebesar 22 persen juga memukul orang-orang super kaya Indonesia.

Mereka yang kekayaannya menurun, mengalami pemangkasan kekayaan rata-rata 370 juta dollar AS atau sekitar Rp 5 triliun.

Sjamsul Nursalim mengalami penurunan kekayaan lantaran mengalami penurunan saham Mitra Adiperkasa, perusahaan ritel miliknya. Selain itu, The Ning King juga mengalami penurunan kekayaan lantaran saham Bekasi Fajar Industrial Estate mengalami penurunan hingga 45 persen.

Ada dua miliarder baru yang berhasil masuk dalam daftar, yakni raja properti Osbert Lyman dan raja tekstil Iwan Lukminto. Berada pada posisi 50 adalah Soetjipto Nagaria berkat naiknya saham Summarecon yang dimilikinya.

baca juga: Ini 50 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2015

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lowongan Kerja BCA untuk Lulusan S1 Fresh Graduate, Ini Persyaratannya

Lowongan Kerja BCA untuk Lulusan S1 Fresh Graduate, Ini Persyaratannya

Work Smart
Dirut Japfa Indonesia Handojo Santosa Tutup Usia

Dirut Japfa Indonesia Handojo Santosa Tutup Usia

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Bank Mandiri Bersiap Kerek Bunga Kredit

Suku Bunga Acuan BI Naik, Bank Mandiri Bersiap Kerek Bunga Kredit

Whats New
Ini 6 Rute Penerbangan Baru di Bandara Juanda, Mulai September 2022

Ini 6 Rute Penerbangan Baru di Bandara Juanda, Mulai September 2022

Whats New
Banyak Daerah Sering Mati Listrik, Kebijakan Konversi ke Kompor Listrik Diminta Tak Dipaksakan

Banyak Daerah Sering Mati Listrik, Kebijakan Konversi ke Kompor Listrik Diminta Tak Dipaksakan

Whats New
IHSG Parkir di Zona Merah, Saham Energi Rontok

IHSG Parkir di Zona Merah, Saham Energi Rontok

Whats New
BSU Tahap III Cair, Ini Cara Daftar Akun dan Cara Cek Status via kemnaker.go.id

BSU Tahap III Cair, Ini Cara Daftar Akun dan Cara Cek Status via kemnaker.go.id

Whats New
Adu Tarif Listrik PLN Indonesia Vs TNB Malaysia, Lebih Murah Mana?

Adu Tarif Listrik PLN Indonesia Vs TNB Malaysia, Lebih Murah Mana?

Whats New
Minyakita Kembali Dikirim ke Maluku Via Tol Laut, Kemenhub: Harga Jualnya Harus Lebih Murah

Minyakita Kembali Dikirim ke Maluku Via Tol Laut, Kemenhub: Harga Jualnya Harus Lebih Murah

Rilis
Gagal Terima BSU 2022 Akibat Rekening Bermasalah, Ini Solusi Kemnaker

Gagal Terima BSU 2022 Akibat Rekening Bermasalah, Ini Solusi Kemnaker

Whats New
100 Hari Kerja Mendag Zulhas, Ini Permintaan Gapki

100 Hari Kerja Mendag Zulhas, Ini Permintaan Gapki

Whats New
Cara Menghitung Cicilan KPR Mudah dengan Karl's Mortgage Calculator

Cara Menghitung Cicilan KPR Mudah dengan Karl's Mortgage Calculator

Spend Smart
Listrik di Rumah Kecil tapi Pakai Kompor Listrik 1.000 Watt, Memangnya Bisa?

Listrik di Rumah Kecil tapi Pakai Kompor Listrik 1.000 Watt, Memangnya Bisa?

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online via JMO dan Tanpa Aplikasi

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online via JMO dan Tanpa Aplikasi

Spend Smart
Jokowi Ungkap Penyebab 90 Persen 'Startup' Gagal Berkembang

Jokowi Ungkap Penyebab 90 Persen "Startup" Gagal Berkembang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.