Kompas.com - 04/12/2015, 15:05 WIB
Ilustrasi KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAIlustrasi
EditorErlangga Djumena

Pemerintah beranggapan, subsidi listrik tahun ini yang sebesar Rp 66 triliun bagi pelanggan rumah tangga golongan 450 VA dan 900 VA, tidak tepat sasaran. Pasalnya, data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan menyatakan, rumah tangga miskin di Indonesia sebanyak 24,7 juta. Jumlah tersebut akan dijadikan dasar bagi PLN terkait besaran subsidi listrik di 2016, yakni sebesar Rp 38,39 triliun.

"Khusus golongan 450 VA tidak akan diverifikasi datanya. Hanya golongan 900 VA yang diverifikasi karena sebagian dari pelanggan tersebut adalah keluarga mampu yang sebenarnya tidak layak menerima subsidi. Selanjutnya, mereka diminta pindah ke golongan 1.300 VA," ujar Benny.

Harus cermat

Pengamat ketenagalistrikan Fabby Tumiwa mengatakan, pemerintah sebaiknya harus cermat dan berhati-hati saat hendak memindahkan pelanggan rumah tangga golongan 900 VA ke 1.300 VA. Pemerintah juga harus gencar menyosialisasikan rencana tersebut untuk menghindari potensi penolakan dari masyarakat. PLN juga diminta transparan memaparkan soal penyesuaian tarif listrik kepada masyarakat tersebut.

"Untuk pelanggan 900 VA yang pindah ke 1.300 VA tentu akan mengalami lonjakan tarif cukup besar. Sudah pasti pengeluaran mereka untuk listrik semakin besar. Oleh karena itu, pemerintah dan PLN semestinya aktif menyosialisasikan rencana itu kepada pelanggan 900 VA," ujar Fabby.

Dengan penyesuaian tarif untuk golongan 1.300 VA dan 2.200 VA tersebut, sudah ada 12 golongan pelanggan yang tarifnya disesuaikan. Sisanya adalah pelanggan golongan rumah tangga 3.500 VA-5.500 VA, rumah tangga 6.600 VA ke atas, golongan bisnis 6.600 VA-200 kilo VA (kVA), dan bisnis di atas 200 kVA. Ada juga golongan industri di atas 200 kVA, industri 30.000 kVA ke atas, kantor pemerintah 6.600 VA-200 kVA, kantor pemerintah di atas 200 kVA, penerangan jalan umum, dan layanan khusus. (baca: PLN Turunkan Tarif Listrik Pelanggan Non-Subsidi pada Desember)

Dari 37 golongan pelanggan PLN, sebanyak 25 golongan masih menerima subsidi atau tarifnya tidak disesuaikan dengan indikator nilai tukar rupiah, inflasi, dan harga minyak dunia. Beberapa golongan di antaranya adalah pelanggan sosial golongan 220 VA-200 kVA, rumah tangga 450 VA-900 VA, bisnis 450 VA-1.300 VA, industri 450 VA-200 kVA, dan pemerintah 450 VA-5.500 VA. (APO)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Desember 2015, di halaman 17 dengan judul "Tarif Listrik Naik Bertahap".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenhub Siapkan Transportasi Cerdas dan Terintegrasi di IKN

Kemenhub Siapkan Transportasi Cerdas dan Terintegrasi di IKN

Whats New
Diminta IMF Sudahi 'Burden Sharing', BI Janji Berakhir Tahun Ini

Diminta IMF Sudahi "Burden Sharing", BI Janji Berakhir Tahun Ini

Whats New
Konsumen: Pengertian, Prinsip Ekonomi, Hak dan Kewajibannya

Konsumen: Pengertian, Prinsip Ekonomi, Hak dan Kewajibannya

Earn Smart
Bakal Melantai di BEI Hari Ini, BAUT Tertapkan Harga IPO Rp 100 Per Saham

Bakal Melantai di BEI Hari Ini, BAUT Tertapkan Harga IPO Rp 100 Per Saham

Whats New
Tak Subsidi Minyak Goreng Curah, Sri Mulyani: Bukan Berarti Berpihak ke Pabrikan...

Tak Subsidi Minyak Goreng Curah, Sri Mulyani: Bukan Berarti Berpihak ke Pabrikan...

Whats New
Dorong Pengusaha UMKM Naik Kelas, Menteri Teten Luncurkan New PLUT

Dorong Pengusaha UMKM Naik Kelas, Menteri Teten Luncurkan New PLUT

Whats New
Cara Bayar Pajak Motor Online Melalui Tokopedia

Cara Bayar Pajak Motor Online Melalui Tokopedia

Whats New
Menengok Penyebab Mengapa Minyak Goreng Murah Masih Susah Didapatkan di Ritel Modern

Menengok Penyebab Mengapa Minyak Goreng Murah Masih Susah Didapatkan di Ritel Modern

Whats New
[POPULER MONEY] Harga Emas Antam Anjlok | Mengenal Skema Ponzi | Harga Minyak Goreng Turun Jadi Rp 11.500

[POPULER MONEY] Harga Emas Antam Anjlok | Mengenal Skema Ponzi | Harga Minyak Goreng Turun Jadi Rp 11.500

Whats New
BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.