Kompas.com - 07/12/2015, 09:31 WIB
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Senin (7/12/2015) masih lesu.
 
Meski dibuka menguat ke posisi 13.824,  namun data Bloomberg pukul 09.15 WIB menunjukkan, mata uang garuda kembali melemah ke level Rp 13.847 per dollar AS, lebih lemah dibanding penutupan pekan lalu pada 13.834.

Pada Jumat (4/12/2015) lalu,  di pasar spot, rupiah menguat 0,07 persen ke Rp 13.834 per dollar AS. Adapun kurs tengah Bank Indonesia naik 0,08 persen ke Rp 13.833 per dollar AS.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto menilai, secara teknikal penguatan rupiah pada Jumat lalu masih mungkin mendorong rupiah unggul di hadapan dollar AS pada awal pekan ini.

Apalagi mata uang Paman Sam mungkin terkoreksi karena efek indikator ekonomi yang melambat. Rata-rata kenaikan upah pekerja di AS pada November 2015 hanya 0,2 persen, melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,4 persen.

Selain itu defisit neraca perdagangan bulan Oktober 2015 membengkak jadi 43,9 miliar dollar AS, dari sebelumnya 42,5 miliar dollar AS. “Data ketenagakerjaan yang memburuk melemahkan peluang kenaikan suku bunga The Fed. Ini negatif bagi dollar," ujar Rully seperti dikutip Kontan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.