Segera Optimalkan Potensi Ekonomi Desa

Kompas.com - 07/12/2015, 16:21 WIB
Produk rebana atau terbang khas Demak karya A. Latif Ardani ingin juga Kompas.com/Ari WidodoProduk rebana atau terbang khas Demak karya A. Latif Ardani ingin juga "terbang" alias menjadi unggulan dan terkenal di seluruh Tanah Air sama halnya dengan jambu air dan belimbing.
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Marwan Jafar menyerukan optimalisasi potensi ekonomi desa. Menurut dia, potensi kekayaan alam di desa sangat melimpah, tetapi belum digarap secara optimal. Lantaran kondisi tersebut, kesejahteraan bagi masyarakat desa belum berlaku secara menyeluruh.

"Desa-desa di Indonesia sangat subur dan jadi gudangnya potensi, yakni aneka buah-buahan, aneka bunga, kerajinan UMKM, sektor pertanian, keindahan alam, dan banyak potensi lain yang bisa dieksplorasi untuk kemajuan ekonomi desa dan kawasan perdesaan," ujarnya.

Menteri Marwan menjelaskan, jika semua potensi desa bisa dikelola dengan optimal, ekonomi masyarakat desa pasti akan ikut bergerak. Dengan mengelola potensi yang ada, tidak akan ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena roda perekonomian desa akan berjalan dengan baik  dan merata.

"Ini yang terus kita dorong. Di desa, banyak jenis buah. Jangan sampai buah impor terus membanjiri, demikian juga potensi sektor pertanian, UMKM, dan banyak lagi potensi lain yang bisa membantu menggerakkan perekonomian desa dan kawasan perdesaan. Sekali lagi saya katakan, banyak sekali potensi desa yang bisa dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa," ujarnya.

Menteri Marwan menambahkan, dukungan pemerintah terhadap kemajuan desa sudah optimal. Selain ada pengakuan dan pemberian kewenangan, ada juga dana desa yang bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur desa dan pembangunan ekonomi desa berbasis potensi.

Adapun Kementerian Desa merupakan pengawal implementasi UU Desa, sekaligus mengarahkan desa-desa agar bisa mengelola potensi yang dimilikinya, termasuk mengawal penggunaan dana desa.

"Kami mendorong terus agar desa-desa bisa sejahtera dan mandiri. Ini ikhtiar bersama yang harus dilakukan karena pada dasarnya desa-desa itu sudah kaya akan potensi, tetapi belum digarap secara baik. Padahal, jika itu dikelola, saya yakin ekonomi masyarakat desa akan bangkit," imbuhnya.

Menteri Marwan mengingatkan, pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mengarahkan kebijakan membangun desa sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Hal ini dituangkan dalam poin ketiga Nawa Cita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

"Desa-desa ditempatkan sebagai subyek pembangunan. Masyarakat desa adalah pelaku pembangunan. Paradigma ini harus benar-benar dihayati dan dilaksanakan secara penuh oleh semua elemen bangsa," kata Menteri Marwan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X