Malaysia "Dipaksa" Menerima Kehadiran Bank dari Indonesia

Kompas.com - 13/12/2015, 09:18 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko
MATARAM, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) "memaksa" Bank Negara Malaysia untuk memberi ruang bagi perbankan asal Indonesia hadir ke negeri jiran itu.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menjelaskan pihaknya akan meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Bank Negara Malaysia.

"Salah satu isinya adalah bagaimana mempersempit kesenjangan. Saat ini bank asal Malaysia sudah menguasai sekitar 7 persen pangsa pasar di Indonesia. Sementara bank asal Indonesia hampir tidak ada di Malaysia," ujarnya Sabtu malam (12/12/2015).

Muliaman menyebutkan jika Malaysia tidak bersedia menerima bank asal Indonesia, OJK akan memberi "perlakuan khusus" terhadap bank-bank yang dimiliki Malaysia yang beroperasi di Indonesia.

Sementara itu Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon menyebutkan salah satu yang akan dilakukan adalah dengan tidak memberikan izin ekspansi bank-bank asal Malaysia di Indonesia.

"Saat ini ada tiga bank Malaysia ada di Indonesia. Izin ekspansi bisnis mereka akan kami tahan jika Malaysia belum memberikan kesempatan bagi tiga bank asal Indonesia beroperasi di sana," kata Nelson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.