Era Kehidupan Sejahtera, Sejarah Diplomasi Ekonomi dengan Indonesia

Kompas.com - 16/12/2015, 20:33 WIB
BusinessThink Indonesia menghadirkan pemimpin dalam pemerintah dan wirausahawan senior Indonesia untuk berbagi wawasan eksklusif mengenai kondisi bisnis saat ini dan masa depan di Indonesia. Dok UNSWBusinessThink Indonesia menghadirkan pemimpin dalam pemerintah dan wirausahawan senior Indonesia untuk berbagi wawasan eksklusif mengenai kondisi bisnis saat ini dan masa depan di Indonesia.
|
EditorLatief


Lalu, 50 tahun kemudian, hubungan baik dalam bidang ekonomi itu berlanjut dalam krisis keuangan Asia pada 19997-1999. Saat itu, Reserve Bank of Australia (RBA) atau lebih tepatnya Wakil Gubernur Stephen Grenville, yang pada saat itu menjabat duta besar di Jakarta, berselisih dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Administrasi Clinton AS dalam analisis mereka terhadap perekonomian Indonesia.

Kemudian, Bendahara Australia, Peter Costello, menerapkan nasihat Grenville dan Gubernur RBA Glenn Stevens terkait Indonesia dan tidak mengindahkan IMF dan tim ekonomi Clinton. Selanjutnya, dia menerapkan tindakan yang benar-benar berbeda dari Washington terhadap perekonomian Indonesia.

Keputusan itu berakibat membaiknya perekonomian Indonsia. Tidak hanya itu, kondisi perekonomian pun lebih cepat pulih dan terhindar dari kejatuhan dibanding negara berkembang lainnya yang menuruti nasihat IMF.

Hasilnya, Indonesia menjadi rekan bisnis dan edukasi penting bagi Australia. Pada 2015, kerja sama perdagangan dua arah mampu menghasilkan keuntungan sampai 16 miliar dolar.

Pada skala lebih besar, Indonesia masih menjadi mitra ekonomi yang diremahkan. Padahal, nama-nama besar seperti ANZ, Leighton, Commonwealth Bank, Orica dan Bluescope, serta lebih dari 2.400 bisnis Australia mengekspor barang ke Indonesia.

Selain itu, banyak perusahaan Australia menerima keuntungan empat kali lebih besar dari usaha mereka Cina dan India. Meski hanya ada sekitar 250 perusahaan Australia yang berdiri di Indonesia, dibandingkan dengan lebih dari 3000 keberadaannya di pasar lain, misalnya China.

Memang, walau perjalanan kerja sama antar negara ini telah berjalan lama dan baik, tetap masih banyak yang harus dilakukan. Bulan lalu, Menteri Perdagangan dan Investasi Australia, Andrew Robb, disertai 360 peserta delegasi bisnis ke Indonesia untuk menghadiri Indonesia Australia Business Week 2015. Bisnis mewakili berbagai industri termasuk infrastruktur, manufaktur maju, pertanian dan ketahanan pangan, makanan dan minuman premium, kesehatan dan umur perawatan, sumber daya dan energi, serta pendidikan dan pariwisata.

“Indonesia-Australia Business Week merupakan kesempatan membangun hubungan untuk mempertahankan dan mengembangkan hubungan bisnis ini, serta mengeksplorasi cara memasuki pasar yang berkembang pesat, yaitu lebih dari 250 juta penduduk di depan kami dan bangkitnya kelas menengah,” kata Robb.

Diplomasi ekonomi dengan Indonesia juga berjalan dalam sistem bipartisan. Bahkan, Shadow Treasurer Australia Chris Bowen, mempelajari Bahasa Indonesia sebagai salah satu tanda penghormatan terhadap pentingnya hubungan Indonesia untuk Australia dalam hal hubungan ekonomi.

Dapat disimpulkan bahwa dalam hal diplomasi ekonomi, Indonesia dan Australia telah memiliki hubungan dagang yang kuat di masa lalu. Selanjutnya, kita bisa meyakini bahwa kedua negara akan membuka lebar, memperluas dan memperdalam di tahun-tahun ke depan.

Penulis memimpin BusinessThink Indonesia, peristiwa penting yang diselenggarakan di Jakarta pada November lalu. Acara tersebut diselenggarakan oleh UNSW Australia Business School. BusinessThink Indonesia menghadirkan pemimpin dalam pemerintah dan wirausahawan senior Indonesia untuk berbagi wawasan eksklusif mengenai kondisi bisnis saat ini dan masa depan di Indonesia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Earn Smart
Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Whats New
Soal Redenominasi, Sri Mulyani: Itu Selalu Ada di Dalam Prolegnas

Soal Redenominasi, Sri Mulyani: Itu Selalu Ada di Dalam Prolegnas

Whats New
Akhir Kasasi Sengketa Merek Eiger...

Akhir Kasasi Sengketa Merek Eiger...

Whats New
Petinggi Bank-bank Papan Atas Nasional Temui Menko Perekonomian, Apa yang Dibahas?

Petinggi Bank-bank Papan Atas Nasional Temui Menko Perekonomian, Apa yang Dibahas?

Whats New
Erick Thohir: Saya Lihat Vaksin Corona Belum Bisa Ditemukan dalam Waktu Singkat

Erick Thohir: Saya Lihat Vaksin Corona Belum Bisa Ditemukan dalam Waktu Singkat

Whats New
Agar Transaksi Tetap Aman Selama PSBB Transisi, Bagaimana Caranya?

Agar Transaksi Tetap Aman Selama PSBB Transisi, Bagaimana Caranya?

Whats New
Beberapa Sektor Membaik, Penerimaan Pajak Masih Jeblok 12 Persen

Beberapa Sektor Membaik, Penerimaan Pajak Masih Jeblok 12 Persen

Whats New
Bandingkan dengan Turki, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Relatif Stabil

Bandingkan dengan Turki, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Relatif Stabil

Whats New
Menkop Teten: Ekspor Produk UMKM Naik Sebesar 14 Persen

Menkop Teten: Ekspor Produk UMKM Naik Sebesar 14 Persen

Whats New
Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan, Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing Capai 74 Persen

Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan, Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing Capai 74 Persen

Whats New
Sri Mulyani: Penerimaan Negara -9,8 Persen Semester I 2020

Sri Mulyani: Penerimaan Negara -9,8 Persen Semester I 2020

Whats New
Klaim Jaminan Hari Tua BP Jamsostek Naik 4 Kali Lipat, Kenapa?

Klaim Jaminan Hari Tua BP Jamsostek Naik 4 Kali Lipat, Kenapa?

Whats New
Garuda Indonesia Berharap Dana Talangan Pemerintah Rp 8,5 Triliun Segera Direalisasikan

Garuda Indonesia Berharap Dana Talangan Pemerintah Rp 8,5 Triliun Segera Direalisasikan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X