BUMN Telekomunikasi Dinilai Paling Kuat Berkompetisi dengan Singapura dan Malaysia

Kompas.com - 17/12/2015, 13:28 WIB
- -
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Management Universitas Indonesia (LM UI) menyebutkan BUMN milik pemerintah Indonesia relatif rendah dalam kemampuan mencitakan profit margin.

Kendati begitu, dari 24 sektor yang digeluti BUMN RI, industri telekomunikasi menjadi sektor yang dinilai memiliki daya saing lebih tinggi.

"Sektor-sektor unggulan lain mencakup perbankan, properti, dan transportasi udara, masih kalah bersaing dengan Temasek. Namun, sektor-sektor itu bersaing cukup imbang dengan Khazanah," kata Managing Director LM UI Toto Pranoto, Kamis (17/12/2015).

Toto mengatakan Telkom Indonesia cukup mampu bersaing dengan BUMN di Malaysia dan Singapura.

Pada 2014, Telkom Indonesia mencetak profit margin 24,21 persen. Angka ini cukup bersaing dibandingkan dengan Axiata (Malaysia) yang mencetak profit margin 16,64 persen, dan Telekom Malaysia yang cetak profit margin sebesar 9,84 persen.

Penciptaan laba Telkom Indonesia hanya sedikiy lebih rendah dari Singtel (Singapura) yang berhasil mencetak profit margin 25,81 persen.

Pada 2014, aset Telkom Indonesia menyentuh 11,32 miliar dollar AS. "Total pelanggan Telkom Indonesia pada tahun 2014, mencapai lebih dari 140 juta pelanggan," kata dia lagi.

Saat ini 52,56 persen saham Telkom Indonesia dimiliki negara. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kepemilikan saham pemerintah Singapura di Singtel (52 persen), serta pemerintah Malaysia di Axiata (38,7 persen) dan Telekom Malaysia (28,9 persen).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X