Ini Harapan Pelaku Usaha untuk Belanja Negara Tahun Depan

Kompas.com - 17/12/2015, 21:29 WIB
Presiden Direktur PT Nozomi Otomotif Indonesia Leo Zahar Josephus PrimusPresiden Direktur PT Nozomi Otomotif Indonesia Leo Zahar
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Meski belanja negara pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 lebih rendah Rp 25,6 triliun ketimbang usulan pada RAPBN 2016, pelaku usaha berharap tidak ada lagi penundaaan realisasi belanja. "Harapan kami supaya tidak ada lagi pending (penundaan) belanja negara," tutur Presiden Direktur PT Nozomi Otomotif Indonesia (Nozomi) Leo Zahar dalam perbincangan pada Kamis (17/12/2015) sore.

Menurut Leo yang mulai mengusung merek Nozomi sejak Maret 2003 silam itu, penundaan belanja negara memang membawa dampak bagi perputaran perekonomian Indonesia. Dalam pandangannya, penundaan belanja memperlambat pertumbuhan ekonomi. Padahal, di tengah perlambatan ekonomi global sebagaimana terjadi nyaris pada sepanjang 2015, belanja pemerintah menjadi tulang punggung pertumbuhan di Indonesia.

Catatan dari laman kemenkeu.go.id menunjukkan pagu APBN 2016 untuk belanja negara besarnya Rp 2.095,7 triliun. Alokasi belanja negara diarahkan sejalan dengan sembilan agenda prioritas (Nawa Cita) pemerintah. Salah satu dari agenda prioritas itu termaktub dalam Nawa Cita yang Ketiga yakni  melanjutkan program prioritas pembangunan, utamanya  infrastruktur konektivitas, pendidikan, kesehatan, kedaulatan pangan dan energi, kemaritiman, pariwisata, pertahanan, serta pengurangan kesenjangan, guna semakin memperbaiki kualitas pembangunan.

DKI Jakarta

Lebih lanjut, Leo mengatakan bahwa pihaknya sejak 2012 bekerja sama dengan instansi pemerintah untuk proyek kebersihan. "Kami mengandalkan sepeda motor roda tiga," tutur Leo sembari menambahkan hampir seluruh kelurahan dari 265 kelurahan  di DKI Jakarta memesan sepeda motor roda tiga merek tersebut untuk alat pengangkutan sampah di lingkungan.

Sepeda motor dengan spesifikasi khusus tersebut, terang Leo, sejatinya adalah salah satu modifikasi karoseri yang bisa dilakukan perusahaan yang dipimpinnya. Seturut pengalaman Leo, instansi pemerintah biasanya memesan sepeda motor roda tiga yang dimodifikasi menjadi alat angkut peralatan pemadam kebakaran (damkar), alat angkut sampah dengan model dump truck, hingga ambulans. "Ada sekitar 20 modifikasi karoseri yang bisa kami buat," kata Leo lagi.

Sementara itu, terkait target tahun depan, manajemen Nozomi mematok penjualan hingga 10.000 unit sepeda motor roda tiga tersebut. Hingga kini, dari sisi kapasitas mesin, Nozomi memproduksi empat varian yakni 110 CC, 150 CC, 200 CC, dan 250 CC. Banderol harga per unit mulai dari varian standar hingga dengan modifikasi khusus ada di kisaran Rp 21 juta sampai dengan Rp 60 juta.  

Primus Sepeda motor roda tiga Nozomi bisa dimodifikasi secara khusus sehingga menjadi alat angkut sampah, pemadam kebakaran, hingga ambulans, maupun sepeda motor roda tiga untuk penjualan makanan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X