Pengusaha Bajaj dan Perajin Tahu Tempe Dapat KUR

Kompas.com - 28/12/2015, 14:12 WIB
Ilustrasi: Perajin di sentra pembuatan tahu dan tempe. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAIlustrasi: Perajin di sentra pembuatan tahu dan tempe.
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 120 pengusaha bajaj dan 120 perajin tahu dan tempe di sekitar wilayah DKI Jakarta.

Penyaluran KUR dengan angka serba 120 ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun perseroan yang ke-120.

"Hari ini kita tanda tangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Koptransa dan Koppti Daya Guna yang merupakan koperasi bajaj dan koperasi perajin tahu tempe. Tema 120 ini karena dalam kaitan ulang tahun BRI," kata Pemimpin Wilayah BRI 1 Jakarta Budi Satria di Jakarta, Senin (28/12/2015).

Budi menjelaskan, hingga hari ini, realisasi penyaluran KUR di wilayah yang dipimpinnya telah mencakup 99,86 persen berupa debitor kredit ritel dan 80 persen debitor kredit mikro. Sehingga, di sisa waktu tahun 2015 ini pihaknya optimis target penyaluran KUR sebesar Rp 21 triliun dapat tercapai.

Dari sisi nasional, Budi menjelaskan bahwa BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 15 triliun. Dengan target penyaluran KUR yang dipancang pemerintah mendapai Rp 100 triliun pada tahun 2016, maka ia yakin akan lebih banyak pengusaha UMKM yang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan modal usaha.

"Di Kanwil 1 Jakarta kita sudah menyalurkan Rp 201,735 miliar kepada 9.380 debitor, masing-masing ritel Rp 46 miliar dan KUR Rp 155 miliar. Itu sejak Agustus lalu, masih ada sekitar 4 hari lagi dan kami optimis penyaluran melewati target," terang Budi.

Adapun besaran kredit yang diberikan kepada para pengusaha UMKM diakui Budi bervariasi. Untuk pengusaha bajaj, misalnya, kredit yang disalurkan berkisar Rp 65 juta untuk satu debitor. Sedangkan untuk perajin tahu dan tempe berkisar antara Rp 5 juta hingga 25 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Besaran kredit yang disalurkan, kata Budi, tergantung pada skala usaha debitor.

"Rata-rata Rp 65 juta untuk bajaj, ada yang ritel dan mikro. Kalau bajaj masuknya ke kredit ritel. Pengrajin tahu tempe itu kredit mikro antara Rp 5 juta sampai Rp 50 juta. Ada yang lebih besar dari Rp 25 juta masuknya ke ritel, kita lihat kapasitasnya dan skala usahanya beda-beda juga," papar Budi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PT Ferron Par Pharmaceuticals Pasang PLTS 3.000 Meter Persegi di Cikarang

PT Ferron Par Pharmaceuticals Pasang PLTS 3.000 Meter Persegi di Cikarang

Rilis
Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Whats New
Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Whats New
Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Whats New
Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Whats New
[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

Whats New
Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Rilis
Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Rilis
Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Whats New
13 Sektor Industri Minta Jatah Gas Subsidi

13 Sektor Industri Minta Jatah Gas Subsidi

Whats New
RUU Perlindungan Data Pribadi dan Monetisasi Jejak Digital Pengguna

RUU Perlindungan Data Pribadi dan Monetisasi Jejak Digital Pengguna

Whats New
Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi Lokasi Perawatan Pasien Covid-19

Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi Lokasi Perawatan Pasien Covid-19

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X