Jokowi: Pekerjaan Pemerintah Sudah Banyak, Rakyat Jangan Manja

Kompas.com - 04/01/2016, 12:35 WIB
KOMPAS.com/SABRINA ASRIL Presiden Joko Widodo bersama Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) resmi dimulai pada tahun 2016 ini. Meskipun demikian, Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah tidak akan memanjakan masyarakat karena akan menurunkan daya saing.

Tahun 2016, kata Jokowi, merupakan dimulainya era kompetisi. Dengan demikian, jadi hal yang tidak mungkin apabila pemerintah terus melakukan proteksi dan subsidi bagi masyarakat.

"Rasa optimistis bahwa 2016 lebih baik itu yang kita harapkan. Tidak mungkin dalam era kompetisi dan persaingan, tahun ini masuk MEA tidak mungkin lagi kita melakukan proteksi, perlindungan memberikan subsidi berlebihan itu tidak mungkin," kata Jokowi di Bursa Efek Indonesia, Senin (4/1/2016).

Jokowi menjelaskan, langkah yang akan ditempuh pemerintah adalah dengan memperkuat daya saing masyarakat. Caranya yaitu dengan menerbitkan paket-paket kebijakan ekonomi.

"Jangan berharap negara akan proteksi, subsidi besar-besaran yang akan melemahkan daya saing kita. Sudah tidak lagi. Deregulasi akan kita keluarkan, daya saing akan lebih baik," ungkap Jokowi.

Jokowi menyebutkan, pekerjaan pemerintah sangat banyak. Pemerintah harus bekerja keras meraih pertumbuhan ekonomi yang tinggi, mengendalikan inflasi, serta menurunkan kemiskinan dan ketimpangan status sosial masyarakat.

Dengan kondisi ekonomi yang sulit, maka akan menjadi kesempatan pemerintah untuk berbenah diri. "Kalau keadaan sulit orang akan maklum, justru buat saya ini kesempatan," tegas Jokowi.



EditorBambang Priyo Jatmiko

Close Ads X