Tergantung Batu Bara, Ekspor Daerah Bengkulu Anjlok

Kompas.com - 04/01/2016, 18:17 WIB
Ilustrasi batu bara KOMPAS/ADI SUCIPTOIlustrasi batu bara
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
BENGKULU, KOMPAS.com - Total ekspor Provinsi Bengkulu per November 2015 rontok hingga 40,41 persen jika dibandingkan dengan periode setahun sebelumnya.

Pada November 2015, total ekspor Bengkulu sebesar 9,72 juta dollar AS. Sementara itu nilai ekspor pada November 2014 mencapai 16,31 juta dollar AS.

Kepala Bidang Distribusi, BPS Provinsi Bengkulu, Nurul Hasanudin menuturkan jebloknya ekspor daerah ini disebabkan wilayah ini hanya bergantung pada batu bara dan sawit.

"Jatuhnya ekspor disebabkan turunnya harga batubara, Bengkulu tak ada komoditas ekspor lain," kata  Senin (4/1/2016).

Ia memaparkan, hingga saat ini ekspor andalan Bengkulu hanya ada tiga jenis yakni batu bara, sawit dan karet. Seluruhnya merupakan bahan mentah berbasiskan sumber daya alam.

Adapun negara tujuan ekspor meliputi Belanda, Inggris dan Filipina. Eskpor dari Provinsi Bengkulu menggunakan Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, Teluk Bayur, Sumatera Barat, Tanjung Priok, Kuala Namu dan Tanjung Balai Asahan.

Sementara itu nilai impor Bengkulu pada November 2015 senilai 340.000 dollar AS atau ini mengalami penuruan sebesar 74,54 persen dibandingkan dengan Oktober 2015 sebesar 1,34 juta dollar AS. Impor tersebut meliputi aspal dari Malaysia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X