Gagalkan 10.000 Penyelundupan, Bea Cukai Sebut Bisa Lindungi Industri Dalam Negeri

Kompas.com - 08/01/2016, 17:58 WIB
Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta merilis akumulasi pengungkapan kasus narkoba dan adanya narkoba jenis baru, Selasa (24/11/2015). Ada lima orang tersangka yang dihadirkan dari total 15 orang tersangka dalam 19 kasus yang ditangani empat bulan terakhir. 





Andri Donnal PuteraKantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta merilis akumulasi pengungkapan kasus narkoba dan adanya narkoba jenis baru, Selasa (24/11/2015). Ada lima orang tersangka yang dihadirkan dari total 15 orang tersangka dalam 19 kasus yang ditangani empat bulan terakhir.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang 2015, Direktorat Jenderal Bea Cukai mencatat ada kurang lebih 10.000 penindakan terhadap usaha penyelundupan dan peredaran barang ilegal di Indonesia.

Jumlah penindakan tahun 2015 dinilai jauh meningkat dibandingkan dengan tahun 2014. Dirjen Ditjen Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan, pihaknya sudah menindak sebanyak 10.009 kasus penyelundupan dan pengedaran barang ilegal di Indonesia sepanjang 2015.

Jumlah ini meningkat 33.6 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berjumlah yang hanya sebanyak 6.640 kasus.

"Penindakan ini mengamankan kurang lebih Rp 3,7 triliun rupiah," ujar Heru di Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai Jumat (8/1/2016).

Nilai yang berhasil diamankan ini meningkat 30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp 600 miliar.

Berdasarkan data yang diberikan oleh Ditjen Pajak, ditemukan kasus terbanyak yang ditindak oleh Ditjen Bea Cukai adalah penyelundupan dan peredaran Rokok dan Minuman Beralkohol (2.199 kasus).

Diikuti oleh penyelundupan obat-obatan serta bahan kimia (1.592). Disusul oleh tekstil (563), alat elektronik (304), narkoba (176), sembako (139), pakaian bekas (24), dan BBM (9).

Heru mengklaim peningkatan jumlah penindakan dari tahun 2014 ke 2015 adalah pertama kali dalam sejarah.

Selain itu, dengan menghentikan masuknya barang ilegal ke Indonesia, bisa melindungi bisnis lokal sehingga bisa menjalankan fair trade.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X