Stop Pencemaran di Danau Toba, Rizal Ramli Minta Dua Perusahaan Besar Berhenti Beroperasi

Kompas.com - 09/01/2016, 14:18 WIB
Sejumlah Menteri Menggelar Rakor Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Institut DEL Teknologi,  Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara, Sabtu (9/1/2016) YOGA SUKMANA/KOMPAS.COMSejumlah Menteri Menggelar Rakor Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Institut DEL Teknologi, Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara, Sabtu (9/1/2016)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus

TOBA SAMOSIR, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli meminta dua perusahaan besar di sekitar Danau Toba berhenti beroperasi. Menurutnya, kedua perusahaan itu memiliki andil besar terjadinya pencemaran lingkungan di kawasan destinasi unggulan Indonesia itu. "Kalau dalam satu tahun membandel, kami minta Ibu Siti (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan) saya kasih mission kalau ngeyel, coba bertahan, coba dituntut bikin bangkrut bisnisnya," ujar Rizal saat Rapat Pengambangan Pariwisata Danau Toba di Institut DEL Teknologi, Toba Samosir, Sabtu (9/1/2016).

Menurut Rizal, pemerintah tidak akan main-main mengembangkan pariwisata Danau Toba. Pembangunan infrastruktur misalnya jalan tol, bandara, sedang disiapkan untuk mewujudkan masa depan Danau Toba yang lebih baik.

Namun tutur dia, semua upaya pemerintah itu akan sia-sia bila perusahaan-perusahaan itu terus mencemari Danau Toba. Akibatnya, turis bisa tak berminat datang karena air danau sudah tercemar. Sayangnya, menteri yang terkenal dengan slogan kepretnya itu tidak menyebutkan nama dua perusahaan yang dimaksud.

Dari catatan Kompas.com, Presiden Joko Widodo sempat diminta meninjau ulang izin enam perusahaan yang dinilai warga Sumatera Utara, khususnya sekeliling Danau Toba, berkontribusi pada kerusakan kawasan Danau Toba. Enam perusahaan itu yakni PT Toba Pulp Lestari, PT Aquafarm Nusantara, PT Allegrindo, PT Gorda Duma Sari, PT Simalem Resort, dan PT Inalum. Seruan disampaikan lebih dari 200 warga Sumatera Utara, terdiri dari petani, masyarakat adat, mahasiswa, seniman, akademisi, dan aktivis lembaga swadaya masyarakat yang berdemonstrasi di depan Kantor DPRD Sumut, Senin (26/1/2015).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X