Pemerintah Siap-siap Jual 99 Persen Saham PT Iglas

Kompas.com - 14/01/2016, 17:27 WIB
Gedung Kementerian BUMN wikipediaGedung Kementerian BUMN
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak empat perusahaan pelat merah sudah masuk komite privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satunya adalah PT Iglas (Persero).

“Yang sudah masuk ada KKA (Kertas Kraft Aceh), Iglas, Merpati, dan Kertas Leces,” kata Asisten Deputi Restrukturisasi dan Privatisasi Kementerian BUMN Lily Chairiah, di Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Menurut Lily, di luar empat perusahaan itu, masih ada lagi BUMN yang siap masuk daftar privatisasi seperti salah satunya PT Survei Udara Penas.

Adapun satu perusahaan logistik masih dalam proses restrukturisasi dengan cara dikelola oleh kreditur mereka, yakni PT Djakarta Lloyd.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangn Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, sejumlah BUMN yang masuk komite privatisasi sudah stop operasi diantaranya PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dan PT Iglas (Persero).

Khusus untuk Iglas, Aloysius menyampaikan, Kementerian BUMN cenderung memilih opsi privatisasi penuh atau mayoritas.

“Daripada bayarnya lebih besar dari yang didapat. Iglas sebagai BUMN sudah sangat sulit dipertahankan. Usul kami mayoritas diprivatisasi, 99 persen kita jual,” jelas Aloysius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, dia bilang, Kementerian BUMN dan manajemen akan menyelesaikan persoalan karyawan Iglas dengan hati-hati.

Apalagi di sana masih banyak aset yang bisa dioptimalkan penggunaannya oleh BUMN lain, seperti lahan seluas 7 hektare di Gresik.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X